Paket SOP Toko Retail Modern

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : SOP Toko Retail Modern.

Key Performance Indicator (KPI)

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : Key Performance Indicator (KPI).

Konsultan SOP Perusahaan

Master SOP adalah Konsultan SOP dan Sistem Bisnis untuk bisnis yang Autopilot.

Paket SOP Garmen / Konveksi

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : SOP Garmen / Konveksi.

Paket SOP Resto Modern

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : SOP Resto Modern.

Monday, 12 December 2011

Cara Melipatgandakan “LIKE” Fanpages Facebook


Promosikan Bisnis Anda
ANDA PASTI ingin Bisnis Anda Laris dan Dikenal Banyak Orang. Apapun BISNIS Anda… Anda memerlukan Facebook. Bahkan walau sekedar pertemanan, senang kan punya banyak teman…
ANDA RUGI, jika belum memaksimalkan FACEBOOK , bayangkan jika PULUHAN bahkan RATUSAN juta pengguna FB tahu apa yang ANDA Tawarkan?

Thursday, 8 December 2011

Waspada Bahaya Menggunakan Jas Hujan PONCO!!!

Musim penghujan masih menjadi masalah besar bagi sebagian bikers, terutama jika hujan turun saat perjalanan menuju kantor. Sangat menyebalkan bukan jika mengalami hal tersebut? Satu-satunya acara untuk tetap melanjutkan perjalan adalah dengan menggunakan jas hujan.

Thursday, 1 September 2011

Ujian Pertama: Ngacirnya Jamaah Sholat 'Idh Sebelum Khutbah Selesai

Fenomena tahunan yang terus terulang, tidak lain adalah kekurang disiplinan jamaah terhadap tata cara sholat hari raya baik Fitri maupun Adha. Demikian juga terjadi dan saya saksikan kembali penyelenggaraaan Sholat Idhul Fitri 1432 H. di Lapangan Lumintang Denpasar Utara, Rabu (31/08). Dimana banyak jamaah sholat Idh meninggalkan tempat sebelum khutbah hari raya yang disampaikan oleh H. Roichan Muchlis selesai.

Kurang disiplinnya jamaah ini tidak hanya menyebabkan kurang sempurnanya sholat Idh yang kita kerjakan, tetapi juga akan mengurangi arti penting dari syiar islam. Begitu pentingnya syiar sampai – sampai Rasulullah saw. memerintahkan kaum wanita keluar pada hari raya Idhul Fitri dan Idhul Adha, yaitu gadis-gadis, wanita haid dan wanita-wanita yang dipingit. Khutbah Idh, baik Fitri maupun Adha dilaksanakan setelah shalat. Hukumnya tidak terpisahkan dari kesunnahan hukum shalat Idh. Mendengarkan khutbah hukumnya juga sunnah. Namun demikian mendengarkan ajakan dan seruan kepada ketaqwaan dan keterikatan pada Syariah Islam termasuk hal yang utama.

Dari sudut norma dan estetika juga kurang menarik dan kurang indah jika melihat kesemerawutan jamaah yang berebut pulang meninggalkan lapangan sementara sang khatib sendirian membacakan khutbahnya. Dan bisa jadi ini membuat syiar dakwah Islam tidak lagi indah dan kurang menarik lagi karena ketidaktertiban yang terjadi.

Terus terulangnya fenomena ini bisa jadi karena sebab pertama, jamaah kurang memahami tata cara sholat hari raya dengan benar. Sehingga harus dicarikan suatu upaya supaya mereka paham tata cara sholat idh, misalnya memberikan peringatan tentang hal ini sesaat sebelum sholat dimulai, tetapi tampaknya hal ini kurang efektif karena terbukti para jamaah kurang perhatikan dan cuek begitu saja. Cara lain adalah memberikan tema ceramah ramadhan tentang tata cara sholat idh kepada ustad atau mubaligh yang bertugas di malam terakhir ramadhan sehingga para jamaah memahami tata cara sholat Idh.

Kemungkinan sebab kedua adalah karena kondisi dan situasi tempat sholat. Maka ini sangat berkaitan kesiapan panitia penyelenggara sholat Idh mulai dari peralatan, pengaturan shaf, sound system dan pengamanan. Pengalaman yang terjadi adalah tidak adanya panitia yang khusus bertugas menjaga ketertiban shaf terutama yang melarang jamaah yang berusaha meninggalkan tempat sebelum khutbah selesai sehingga benar-benar proses sholat jamaah Idh berjalan dengan tertib.

Walaupun sholat Idh hukumnya sunnah, bukankah ini adalah ujian kita yang pertama atas kadar ketakwaan kita yang telah kita bangun mulai dari awal ramadhan dengan jalan perpuasa memenuhi seruan Allah selama sebulan penuh. Karena Takwah itu adalah taat, taat atas segala ketetapan dan ketentuan Allah dalam menjalankan syariatnya.

Susunan Pengurus MES Bali: 1432 - 1435 H

SUSUNAN PENGURUS WILAYAH
MASYARAKAT EKONOMI SYARIAH
PROVINSI BALI
PERIODE 1432 – 1435 H


A. DEWAN PENASIHAT
Ketua : H. A. Hasan Ali
Wakil Ketua : H. M. Taufik As’adi, S.Ag.
Anggota :
: Drs. H. Mahrusun Hadiono, M.Pd.I
: Drs. H. Abdul Wahab
: Mafrukin
: Ir. H. Maman Supratman
: H. Hasan Basri, SE., M.B.A.
: H. Hasan Aeni
: H. Muslim AR.

B. DEWAN PAKAR
Ketua : H. Agus Yunanto
Wakil Ketua : Drs. H. Abdullah Jawas, M.M.
Sekretaris : Hari Sumarno, S.E.
Anggota :
:H. Roichan Muchlis
: Drs. H. Abdul Madjid Damanhuri, S.H.
: H. Sigit Sunaryanto, S.E.
: H. Rully Soripada
: H. Fauzi Hamid Basultana, Lc., M.Pd.I.
: Ir. H. Suprio Guntoro
: H. Zainal Sania
: H. Ekky C., S.E.
: Drs. H. Saifudin Zaini, M.A.
: H. Masrur Makmur Lantanro
: H. Hadi Sutrisno

C. BADAN PENGURUS HARIAN
Ketua Umum : Ir. Yusar Hilmi
Ketua I : H. Mushoniful Agustian, S.E.
Ketua II : Drs. H. Ismoyo Sumarlan
Sekretaris Umum : Kusnandar, Amd.
Sekretaris I : Gunawan Indropurnomo, S.T.
Sekretaris II : Achmad Khanafi, S.T.P.
Bendahara Umum : H. Made Dharmawan
Bendahara I : Hj. Ary Bram
Bendahara II : Ir. Nurrida

D. BIDANG-BIDANG
1. Bidang Lembaga Keuangan Perbankan
Ketua : Abdul Yazid, S.T.
Wakil : Janter Jupiter
Anggota : Komang Puspa Iriyani
: Firman Yulianto, S.E.
: Hasbi, S.Sos.I.
: Drs. Saidudin

2. Bidang Lembaga Keuangan Bukan Bank dan LKM Syariah
Ketua : Tatak Sulastana
Wakil : Eko
Anggota : Fahmi Fadillah
: Tumaji, S.E.

3. Bidang Lembaga Non Keuangan dan Nirlaba
Ketua : Alim Mahdi
Wakil : Dukha F. Mubarok, S.H.
Anggota : Dra. Any Haniah, M.A.
: Candra Aris Sutrisna

4. Bidang Pendidikan, Konsultasi dan Pemberdayaan
Ketua : H. Husaini Ismail, S.E.
Wakil : Drs. H. Ahmad Rosyid
Anggota : Lutvan Handi Ariefin, S.T.

5. Bidang Penelitian dan Pengembangan
Ketua : Riyeke Ustadiyanto
Wakil : Agni Alam Awirya, S.E., M.S.E.
Anggota : Badrut Tamam, S.T.P., M.Bt.
: Santy

6. Bidang Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan
Ketua : Drs. Wahid Yuniarto
Wakil : Syamsudin Nur Kalileuw
Anggota : H. Ekky Rezal, M.S.E.
: Bambang Santoso, S.Pd.

7. Bidang Pengembangan Usaha
Ketua : H. Mardi Sumitro
Wakil : H. Pinto Wahyudi
Anggota : Hj. Tina Gondo Kusumo
: Hj. Dewi Sinaryati, S.E.
: Eka Setiawan Karim, S.T.P.
: Ahmad Firdaus
: Anak Agung Satria Wibawa
: Ir. Hj. Sari Prasetya

Keputusan Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah, Periode 1429-1432H. Nomor: 012/SK/MES-PST/VI/2011. Ditetapkan di Jakarta, tanggal 25 Rajab 1432H/27 Juni 2011 M, oleh Ketua Umum, Muliaman D. Hadad dan Sekretaris Jenderal, Muhammad Syakir Sula.
.::.

Wednesday, 31 August 2011

Selembar Tikar Tua

Kisah Selembar Tikar Tua

Tuhan,
Katanya Kau tak pernah tidur, benarkah ?
Kalau aku, aku susah tidur Tuhan…
Kau tahu kenapa ?

Karena aku tak punya makanan yang bisa mengenyangkan perutku,
Aku juga tak punya pakaian yang bisa menghangatkan tubuhku,
Aku pun tak punya kasur empuk untuk mengistirahatkan badanku,
Kau tahu, Tuhan ?

Seharian ini aku sudah bekerja keras,
Membantu mengangkat barang belanjaan orang di pasar,
Menjual kantong-kantong plastik,
Dan membantu Pak Ajis membersihkan sampah.
Aku ingin mengumpulkan uang banyak untuk beli baju dan sandal baru.
Kau tahu kenapa, Tuhan?

Karena bukankah sebentar lagi Lebaran ?
Itu berarti aku bisa menabung,
tak perlu beli makanan,
Karena aku puasa, dan masjid-masjid biasanya kasih makanan gratis buat buka dan sahur.
Tuhan, Kau sudah mengantuk, belum ?
Aku ngantuk

Maukah Kau menemaniku tidur ?
Aku punya selembar tikar tua untuk alas tidur
Cukup kok untuk kita berdua.Tuhan, aku kedinginan
Bolehkah aku memeluk-Mu ?

(Chi chi Sukardjo), Tulisan sini, Foto saya dari sini

Tuesday, 30 August 2011

Ustadz Sarwat Menjawab: Kenapa Lebaran Hari Rabu?

Oleh: Ustadz Sarwat, Lc*

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Dari pada saya harus jawab satu-satu pertanyaan tentang kapan lebaran, mendingan saya tulis aja disini. Siapa yang butuh opini saya, bisa tinggal baca atau copas juga boleh. Yang tidak setuju, ya namanya juga pendapat.

A. Lebaran buat bangsa Indonesia tahun 1432 H jatuh hari Rabu 31 Agustus 2011.

Alasannya :

1. Inilah hasil sidang itsbat resmi antara pemerintah dan perwakilan hampir seluruh ormas Islam. Kewajiban rakyat ikut pemerintahnya yang resmi.

2. Puasa dan Lebaran kita ikut pendapat mayoritas sesuai sunnah Rasululah SAW.

3. Dalam syariah Islam, ormas, kelompok, jamaah dan pribadi-2 tidak punya hak untuk menetapkan kapan puasa dan lebaran. Jadi saya pribadi bilang HARAM mengikuti ormas yang menentang ketetapan resmi pemerintah dan mayoritas umat Islam di suatu negeri.

B. Maka bagi saya hari Selasa 30 Agustus adalah 30 Ramadhan. Artinya kita masih diwajibkan berpuasa di hari Selasa dan hari Selasa sama sekali bukan hari syak. Kalau ada yang tidak mau berpuasa, hukumnya dosa dan wajib qodho' di hari lain.

C. Pemerintah negara lain berhak membuat ketetapan sendiri yang berbeda dengan Indonesia. Kalau kita kebetulan ada di negara lain itu, kita ikut ketetapan pemerintah mereka. Tapi kalau kita di Indonesia, ya kita ikut ketetapan pemerintah Indonesia.

D. Shalat Idul Fithri hanya diajarkan nabi untuk dikerjakan tanggal 1 Syawwal, beliau SAW tidak pernah mengajarkan shalat Idul Fithri tanggal 2 Syawwal. Jadi kalau ada yang 'meyakini' Selasa sudah lebaran, shalat Id-nya harus Selasa dong. Masak tidak konsekuen dengan keyakinannya sendiri? Mana ada shalat Id tgl 2 Syawwal?

E. Kalau ada satu dua orang yang yakin sudah melihat langsung dengan kedua bola matanya hilal Syawwal (mis. di Cakung & Jepara), maka dia boleh langsung lebaran hari Selasa, sesuai dengan apa yang dia anggap sebagai hilal. Tapi mereka tidak berhak untuk menetapkan kapan lebaran, karena bukan pemerintah yang sah. Sedangkan mereka yang cuma dengar kabarnya saja (kabar dari Cakung atawa Jepara), padahal kedua bola matanya tidak pernah melihat langsung, dia tidak boleh berlebaran Selasa, sebab dia tidak melihat langsung, cuma katanya.

F. Sri Mulyani Pulang Malam, Sampai disini wassalam....

*)sumber: http://pkspiyungan.blogspot.com/2011/08/kenapa-lebaran-hari-rabu-ustadz-sarwat.html
*)sumber: http://www.facebook.com/#!/notes/ahmad-sarwat/kenapa-lebaran-hari-rabu/10150300167459801

Sukses Dengan Kerja Keras dan Kerja Cerdas

kerja keras 196x200 Sukses Dengan Kerja Keras dan Kerja CerdasMencapai sebuah kesuksesan mungkin tidaklah semudah apa yang kita bayangkan. Baik sukses dalam berkarir, sukses dalam berbisnis, maupun sukses dalam menjalankan kehidupan semuanya membutuhkan sebuah proses dan kerja keras untuk bisa mencapainya.

Meskipun begitu, mengandalkan otot dan tenaga untuk selalu bekerja keras ternyata tidaklah cukup untuk menggapai sukses yang kita inginkan. Dibutuhkan adanya perencanaan, strategi dan pemikiran yang kreatif untuk bisa mempermudah proses pencapaian tersebut. Hal itulah yang membuat seseorang membutuhkan keselarasan antara kerja keras dan kerja cerdas untuk bisa mencapai puncak suksesnya.

Apa itu kerja keras dan kerja cerdas?
Tentu semua orang sudah tidak asing lagi dengan istilah kerja keras. Yang dimaksud dengan kerja keras adalah tindakan atau perbuatan seseorang yang melakukan sebuah usaha dengan sekuat tenaga, bahkan terkadang menghabiskan waktu yang cukup lama untuk bisa menggapai apa yang telah dicita-citakannya. Biasanya para pekerja keras lebih mengandalkan semangat dan tenaga mereka untuk menggapai tujuan yang ingin mereka raih.

Sedangkan kerja cerdas adalah bagaimana cara kita untuk bisa lebih produktif dalam memanfaatkan waktu dan peralatan yang telah kita miliki sehingga hasil yang didapatkan bisa lebih baik dan lebih cepat dari target yang telah ditentukan. Inilah yang membedakan kerja keras dan kerja cerdas, bila kerja keras lebih mengandalkan otot dan tenaga, kerja cerdas lebih menggunakan kreativitas dan inovasi-inovasi baru untuk menghasilkan ide atau solusi yang paling efektif.

Karenanya mulailah dengan menentukan pekerjaan mana yang menghasilkan nilai lebih, kerjakan dengan menggunakan kekuatan kreativitas untuk mendapatkan ide maupun cara penyelesaian yang terbaik, dan gunakan pula kekuatan daya ungkit untuk mempercepat hasil kerja yang Anda inginkan.

“Efisiensi adalah mengangkat balok ke atas bukit dengan truk dan bukannya dipanggul.” (Henry Ford)

Semoga informasi sukses dengan kerja keras dan kerja cerdas ini bisa memberikan motivasi baru bagi para pembaca maupun pelaku usaha yang sedang berjuang mencapai puncak kesuksesannya. Teruslah berkarya, jangan pernah takut untuk mencoba dan salam sukses. Kalau kami bisa, Anda pun pasti bisa !!!

Sumber Artikel: http://bisnisukm.com/sukses-dengan-kerja-keras-dan-kerja-cerdas.html | Sumber gambar : http://omdjin.info/wp-content/uploads/2011/06/kerja-keras.jpgdan https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghpNhyphenhyphenI9aDkJmn4q9hw14KZadNFpyQ2pUDIr7u6S1hT5liCcIUKLAFlRliryTyH3FYkXj1ssERVjiaONlKYx0-djVYHGfxJDbg1diHIbFO9RUt2PM4bm6mXQwA8rniL0SiugDLp2GMiw4/s1600/Work-Smart.gif

Tuesday, 16 August 2011

Dosa meleleh lebih cepat di bulan Ramadhan

Dosa Akan MelelehPerhitungan PBB mengenai masa leleh es Kutub Utara bisa jadi salah. Ilmuwan MIT perkirakan es Kutub Utara akan meleleh 4 kali lebih cepat yang menyebutkan bahwa es Kutub Utara akan habis meleleh pada 2100. Seperti dilansir International Business Times, menurut prediksi MIT, es di Kutub Utara akan meleleh dengan laju empat kali lebih cepat daripada yang dilaporkan PBB.

Pierre Rampal dari departmen Earth, Atmosphere and Planetary Sciences, MIT, mengingatkan, prediksi ini mungkin berbeda-beda dengan kenyataan di berbagai tempat, karena ada perbedaan data pada model Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dengan fakta sebenarnya, sehingga prediksi itu tidak akurat.

Biarlah mereka beradu pendapat tentang prediksi melelehnya Es Kutub Utara. Tetapi bagi kita seorang yang beriman dan menjalankan puasa ‘syiam’ di bulan Ramadhan karena iman dan sadar mengharap ridho Allah maka setiap kali kita berpuasa dosa-dosa kita yang telah lalu meleleh dan diampuni oleh Allah SWT.

So, pergunakan sisa bulan ramadhan ini dengan ibadah puasa dan amal ibadah lainnya dengan sebaik-baiknya. Dan pertahankan keimanan dan ketakwaan kita agar kadar keimanan kita tidak meleleh lebih cepat dari es kutub utara.
.::.

Monday, 25 July 2011

Renungan Orang Pilihan


Saudaraku…Berhentilah sejenak. Duduklah. Hirup kuat-kuat udara, lalu hembuskan kembali dengan perlahan. Sesungguhnya kita butuh beristirahat. Butuh melonjorkan kaki sejenak. Butuh air dingin walau seteguk. Dan butuh berhenti untuk mendapatkan kekuatan kembali.

Saudaraku…
Tahulah betapa pegalnya kaki-kaki kalian menapaki jalanan ibukota dalam aksi-aksi yang digelar. Tahulah betapa sesaknya nafas kalian menyuarakan kebenaran di hadapan kezhaliman penguasa. Tahulah betapa sengat mentari telah membuat kulit kalian kian legam. Dan tak terkata deras peluh yang mengucur. Tak terkira berapa rupiah telah terpakai. Tak terhitung waktu yang berjalan melewati rapat-rapat yang melelahkan. Pengorbanan antum, Yaa ikhwah fillah…, cukuplah Allah yang akan membalasnya.

Saudaraku…
Dalam peristirahatan ini, mari sama-sama kita renungkan, siapa sebenarnya diri kita. Apa hakikat kita wahai ikhwah? Siapa kita hingga menyangka kitalah yang terbaik dia antara semua? Siapa kita hingga sesumbar bahwa kita-lah yang lebih tahu daripada yang lainnya?


Saudaraku…
Banyak-banyaklah beristighfar. Kita boleh bangga karena Allah telah memasukkan kita ke dalam barisan ini. Kita harus bersyukur bahwa tak semua orang bisa terpilih. Ya, kita adalah manusia-manusia pilihan. Yang tak sembarang menerima pembelajaran. Yang tak asal-asalan diikutsertakan. Kita boleh bangga, Ikhwah. Sebab kita-lah orang-orang pilihan…


Saudaraku…
Tundukkan dalam-dalam wajah dan hatimu di hadapan-Nya. Hakikat orang-orang pilihan bukanlah berarti kita bisa menyombongkan diri. Predikat orang-orang pilihan tidaklah bermakna kita bisa memandang rendah semuanya. Orang-orang pilihan bukanlah yang petantang-petenteng menganggap yang lainnya tak bisa apa-apa.

Tapi orang-orang pilihan, wahai Saudaraku…, adalah yang mampu menerima amanah sebesar dan seberat apapun. Orang-orang pilihan adalah yang selalu merendah hati, ibarat bulir padi yang semakin merunduk kala ia matang. Orang-orang pilihan adalah yang selalu berusaha meluruskan kesalahan, pun tak marah kala ia diingatkan. Orang-orang pilihan adalah yang dapat dipercaya, yang kuat dan tegar menghadapi rintangan, dan selalu berfikir positif bahwa semua ini bukanlah beban. Orang-orang pilihan adalah yang sanggup membuktikan bahwa dirinya memang benar-benar orang yang dipilih dengan tidak sembarangan.


Saudaraku…
Adakah kita benar-benar merupakan orang-orang pilihan? Orang-orang yang dapat dipercaya mengemban amanah, yang bumi serta gunung-gunung enggan untuk menerimanya?

Atau jangan-jangan kita telah tertipu oleh panggilan itu? Jangan-jangan tanpa sadar kita terjebak label dan telah merasa cukup hebat dengan itu semua? Jangan-jangan kita menyangka telah berbuat baik, sementara tak setitikpun perbuatan kita bernilai di sisi Allah?
“Katakanlah, ‘Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al Kahfi : 103-104). Na’udzubillaahi min dzaalik.


Saudaraku…,
Predikat itu tidaklah boleh membuat kita kemudian merasa aman dari azab Allah. Sapaan itu tidaklah mengesahkan bahwa kita boleh bersantai-santai. Label orang-orang pilihan bukanlah legitimasi bahwa kita sah-sah saja berbuat seenaknya, berlaku sombong dan merendahkan yang lainnya.

Padahal saudaraku…, siapa tahu di luar sana ternyata jauh lebih banyak orang yang layak mendapat predikat itu? Siapa mengira bahwa mungkin saja label ini dapat menjadi fitnah dan bumerang bagi diri kita di kemudian hari?

Maka saudaraku…,
Teruslah merenungi hakikat orang-orang pilihan itu. Janganlah berhenti memuhasabahi diri sebelum semuanya terlambat. Dan senantiasalah dekatkan jiwamu pada Penguasa yang menggenggamnya. Orang-orang pilihan harus bisa membuktikan bahwa ia memang layak mendapat predikat itu. Orang-orang pilihan harus mampu menunjukkan keoptimalan usahanya. Orang-orang pilihan tidaklah boleh men-judge yang lain seenaknya, menganggap rendah, bahkan merasa dirinya yang paling baik. Orang-orang pilihan bukanlah barisan penggembira yang tak mau bertanggung jawab terhadap apa yang tlah ia perbuat. Bukan yang keasyikan bercanda, lepas tertawa-tawa, dan menganggap enteng apa yang sudah ditaklifkan kepadanya. Bukan… Bukan seperti itu tipe orang-orang pilihan, Saudaraku…

Orang-orang pilihan adalah yang tak pernah mengeluhkan jauhnya perjalanan. Orang-orang pilihan adalah yang tak cepat putus asa ketika menghadapi rintangan dan ancaman. Orang-orang pilihan adalah yang tegar ketika cobaan-Nya diturunkan. Orang-orang pilihan adalah yang selalu mengkritisi kezhaliman dan kesalahan, tapi sekaligus juga tak pernah keberatan ketika mendapat teguran dan kritikan.


Saudaraku…,
Renungkanlah. Adakah kita benar-benar layak menjadi orang-orang pilihan itu? Mari, jawab saja dengan pembuktian.


“Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Maidah:54)


Bukan dakwah yang membutuhkan kita, tapi kitalah yang membutuhkan dakwah.

"BERGERAK ATAU TERGANTIKAN!!"

Sumber: riefighter
.::.

Thursday, 7 July 2011

Motivasi: "Jejak Kaki di Karpet"

Sebuah kisah nyata... Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan dan kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih dan teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.

Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum dan berkata

kepada sang ibu : "Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan" Ibu itu kemudian menutup matanya. "Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa

kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?" Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.

Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu.Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi".

Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.

"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu dan kotoran disana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu". Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.

"Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya "Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?"

Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".

Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah.

Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder dan John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming) . Teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita, sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.

Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang : Saya BERSYUKUR;

1.Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya IA BERSAMAKU bukan dengan orang lain.
2.Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya IA berada DI RUMAH dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.
3.Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka DI RUMAH dan tidak jadi anak jalanan.
4.Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya SAYA BEKERJA dan DIGAJI TINGGI.
5.Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi BANYAK TEMAN.
6.Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya CUKUP MAKAN.
7.Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih MAMPU bekerja keras.
8.Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada KEBEBASAN BERPENDAPAT.
9.Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih HIDUP.
10.Untuk setiap permasalahan hidup yang saya hadapi, karena itu artinya Tuhan sedang membentuk dan menempa saya untuk menjadi lebih baik lagi.

.::.(Sumber: Note Lutfi S. Fauza)

Terimakasih telah membaca, silahkan di share jika cerita ini bermanfaat.
Salam Motivasi!
.::.