Tuesday 7 April 2009

Bagi PKS Kampanye Tidak Pernah Berakhir

Kenapa mereka mau berbuat demikian? Karena, mereka menginginkan perubahan segera terjadi di negeri ini. Mereka tidak mau lagi lembaga legistatif, eksekutif dan yudikatif dipenuhi oleh orang-orang yang bermental buruk alias politisi busuk.

PK-Sejahtera Online: Bagi partai lain kampanye terbuka mungkin sudah berakhir, tapi tidak demikian bagi partai bernomor 8 (Partai Keadilan Sejahtera/PKS) ini. Bagi si nomor 8 ini, perjuangan terus dilakukan hingga mencapai hasil yang didambakan.

Para kader dan simpatisan PKS terus bergerilya di dunia maya, ranah yang tidak diatur oleh Undang-undang pemilu. Berbagai cara yang tidak bertentangan dengan hukum dan Undang-undang terus dilakukan oleh kader dan simpatisan PKS.

Mereka mengajak orang-orang yang mereka kenal, termasuk penulis tentunya agar pada tanggal 9 April 2009 memilih PKS. Ini menunjukkan betapa hebat militansi dan kecintaan yang dimiliki oleh para kader partai yang menamakan dirinya Partai dakwah ini dan bersemboyankan Bersih, Peduli, Profesional.

Kenapa mereka mau berbuat demikian? Karena, mereka menginginkan perubahan segera terjadi di negeri ini. Mereka tidak mau lagi lembaga legistatif, eksekutif dan yudikatif dipenuhi oleh orang-orang yang bermental buruk alias politisi busuk.

Dalam pesan yang diterima penulis, Dewan Pengurus Pusat(DPP) PKS menghimbau agar seluruh kader dan simpatisan PKS yang memiliki account di Facebook, YM, dan Gtalk agar memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk mengajak orang-orang yang mereka kenal agar memenangkan PKS.

Bila teman anda ada 100 orang, maka anda telah berkampanye kepada 100 orang tersebut, subhanallah, demikian DPP PKS.

Sementara itu menurut salah seorang kader PKS di Batam, Ricky Indrakari, mengatakan 'serangan udara' akan efektif dengan tindak lanjut menggelar 'infantry darat' secara massive dengan himbauan agar masyarakat yang punya hak pilih tidak golput.

"Aib bagi seorang kader yang berdiam diri di rumah selama masa tenang ini,"katanya. .::.

1 komentar:

  1. halal dan haram

    Ketika kita berbicara tentang haram, maka yang terpikirkan oleh kita adalah makanan yang dilarang, namun makanan yang dilarang tersebut bukanlah sesuatu yang mutlak keharamannya, dimana didalamnya ada pengecualian dan pengampunan yang dapat membuat manusia terhidar dari azab yang menyiksa.



    Namun pada kesempatan ini kita berbicara dari sisi pandang yang lain, yaitu bentuk suatu pengharaman yang di buat oleh lidah manusia dengan bertujuan mengalangi manusia kepada jalan kebenaran dan suatu pernyataan dari manusia yang seolah olah mengagungkan tuhan tapi pada dasarnya mebatasi kekuasaan tuhan.



    Sedangkan pengharam yang dibuatkan oleh Allah agar manusia mendapat pelajaran dari pelarangan itu dan juga mendapat pelajaran bagi yang melanggar pelarangan tersebut dengan catatan mereka kembali bertobat. Yang dimana tata cara bertobat telah diatur didalam Al quran:



    Taubat yang didasari atas ketakwaan. Taubat atas peritah Allah, taubat ketika Allah meyeru untuk kemabali bertauabat.



    31. Hai kaum Kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.


    Orang yang menyeru tersebut mendapat perintah dari Allah untuk mengatakannya kepada kamu melalui lisan rasulnya dan yang sekarang disebut sebagai mukmin atau ulama pewaris nabi.


    31. Katakanlah ( hai orang-orang beriman yang diperintahkan untuk menyeru kepada mereka yang mau percaya) "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.



    64. dan Kami tidak mengutus seseorang Rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya Jikalau mereka ketika Menganiaya dirinya[313] datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun(ulama pewaris nabi) memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.


    [313] Ialah: berhakim kepada selain rasullullah


    Bila mereka mau beriman kepada yang menyeru dengan mengikuti sang penyeru, maka mereka itulah yang akan kembali, merekalah orang yang mendapatkan ampunan dari Allah, itulah yang dinamakan sebenar – benarnya thobat, taubat yang dilandasi atas ketakwaan, taubat yang dikarenakan menjalankan perintah Allah, yang perintah itu sama wajibnya dengan perintah sholat dan perintah yang lainnya. Dan dari menjalankan perintau bertaubatlah islam didapatkan.


    Jadi taubat yang tidak menerima orang beriman kepada Allah dan rasulnya yaitu orang yang diperintahkan untuk menyeru(ulama pewaris nabi) maka sia-sialah perbuatannya: akibat keingkaran mereka yang telah berjumpa dengan Dia yang menyeru kepada kebanaran dengan mengumandangkan kalam kalam dari Tuhannya Rabbul alamin



    104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.



    Taubat adalah perbuatan yang baik, namun taubat yang bukan dikarenakan perintah Allah dan tidak menjalankan perintah Allah adalah taubat yang sia – sia dikarankakan hanya membaca suatu tilisan yang mengatakan thobat bagi orang yang berbuat salah, maka dia thobat. bagaimana dengan mereka yang telah diakui sebagai ustad, atau ahli ibadah, seperti kaumnya yang merasa ahlulsunnah wal jamaah, bagaimana mereka dapat mengetahui bahwasanya kekotoran masih melakat pada diri mereka, jika imam mereka mengatakan untuk thobat mereka tidak mau melakasanakan imamnya, kerena tidak ada kewajiban mereka untuk memtaati imam sebagimana mentaati rasul. sedangkan Allah hanya bisa berbicara kepada hambanya melaui perantaranya, yaitu para imam dan pemimpin yang memiliki pengikut. dan apa jadinya bila mereka tidak mentaati pemimpin mereka, maka tidaklah mereka menjadikan Allah sebagai yang disembah.

    105. mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia[896], Maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak Mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.



    TAUHID KERASULAN

    Nabi Allah = Rasulullah = Kalifahtullah= Ulama Pewaris Nabi Allah = E S A

    MUKMIN = SI -HAKIM = SI QURAN = DIA SI-AKHIR

    Dia Si pembangkit = Dia Si kiamat = Dia Si hisab=Dia Si pembalasan




    Merakalah pewaris kalimat kalimat Tuhan yang maha luas dan meliputi segala sesuatu, tetapi kebanyakan manusia tidak menyadarinnya:

    yang kita taati tanpa membedakan ketaatan atara satu dengan yang lain, karena meraka adalah satu, yaitu pemimpin bagi orang yang beriman.


    109. Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)".


    27. dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah[1183]. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.


    7. mereka hanya mengetahui yang lahir (apa yang mereka dapati dari bapak-bapak mereka dan dari kitab – kitab yang mereka pelajarin) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.


    Akhirat = si Akhir = Nabi Allah = Rasulullah = Ulama pewaris nabi Allah = Kalifahtullah => ESA. Mukmin. SI HAKIM SI QURAN


    Suatu pernyatan yang bersifat membatasi kekuasaan tuhan, menghalangi ulama pewaris nabi yang ianya juga termasuk golongan yang umi dalam menyampaikan wahyu yang telah diwarisi kepadanya dari para penerima wahyu pendahulunya ulama pewaris nabi yang menjadi pemimpin dan ikutan bagi orang yang mau beriaman dengan menjiddal atau mendikte ulama pewaris nabi, apakah ulama pewaris nabi tersebut mengetahui 14 alat tulis dalam menafsirkan Al quran atau menguasai sastra Arab atau bahasa intelek, cendikiawan cerdik pandai , jangankan 14 alat tulis dalam menafsirkan Al quran atau mengusai sastra arab. Yang ianya sendiri orang Indonesia tidak mengetahui bahasa sastra Indonesia atau pribahasa dan segala perumapamaan, yang iya juga bukan seorang yang intelek atau cedikiawan kaumnya cerdik pandai. Dia hanyalah seorang yang awam, ummi, yang Cuma bisa berbicara dengan bahasa orang kampung, wong deso.yang sebatas mendapat perintah dari Allah SWT untuk mengatakan dan menyampaikan ayat – ayat Allah tanpa merubah bentuk kalimatnya

    Akibat penjiddalan oleh manusia itu sendiri merupakan bentuk suatu pengharam agar kebenaran itu tidak tersentuh, dan cahaya Allah agar jangan menerangi.

    Ilmu Allah meliputi segala sesuatu, dan allah mendatangkan rasulnya dari berbagai golongan, ada seorang yang dipandang anak pungut, ada yang dipandang sebagia anak buangan, narapidana , ummi, anak yatim piatu atau dipandang sebagai anak haram ada juga berasal dari golongan yang terpendang atau seorang raja, dari golongan ahli kitab atai cendikiawan dan juga ada yang dari golongan penderita penyakit yang membuat orang tidak ingin mendekati apalagi mengikutinya, dari berbagai golongan itu Allah menurunkan petunjuknya sesuia dengan tingkatan pikiran atau cara pandang berpikirnya suatu golongan seperti nabi Allah Sulaiman As. Yang mengerti semua bahasa binatang, saat becara dengan anak sd dia tidak menggunakan bahasa anak smp, dan saat ia berbicara dengan anak smp dia tidak berbicara denga bahasa mahasiswa, maka dari itu Allah menurukan petunjuk yang dapat dimengerti semua golongan kecuali golongan yayup dan ma’jub serta orang pekak


    .22. Sesungguhnya binatang yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tulis yang tidak mengerti apa-apapun.

    39. dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya[473]. dan Barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus.

    [604] Maksudnya: manusia yang paling buruk di sisi Allah ialah yang tidak mau mendengar, menuturkan dan memahami kebenaran.

    93. hingga apabila Dia telah sampai di antara dua buah gunung, Dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan

    Dua golongan inilah yang gemar mengingkari dan serta senatiansa menolak setiap ketarangan kebenaran yang datang





    35. dan berkatalah orang-orang musyrik: "Jika Allah menghendaki, niscaya Kami tidak akan menyembah sesuatu apapun selain Dia, baik Kami maupun bapak-bapak Kami, dan tidak pula Kami mengharamkan sesuatupun tanpa (izin)-Nya". Demikianlah yang diperbuat orang-orang sebelum mereka; Maka tidak ada kewajiban atas Para rasul, selain dari menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.


    Perbuatan orang musyrik yang gemar berjanji dusta dengan berkata bohong , seperti orang – orang musyrik sebelum mereka.. bahwasanya mereka tidak mengharamkan sesuatu apapun tanpa(izin)-Nya..(rasul tidak ada lagi)


    Bentuk suatu pengaharam dengan cara mendustakan para utusan yang menyeru menyampaikan keterangan.. dengan bahasa tidak baiknya mereka menjawab.. jangan ikuiti dia.. dia sesat.. dia gila.. dia mengada – ngada atau berbagai ucapan buruk lainnya..



    Ternyata mereka seringkali mengaharamkan sesuatu tanpaNya..(suatu contoh dalam hal keduniaan)



    1. bila Nya disini diartikan izin Allah.. maka tak ada yang bisa menambah jumlah yang telah ditetapkan Allah.. contoh rokok.. siapa yang bisa bertanya kepada Allah supaya Allah mengharamkan rokok.. atau kamu meminta izin kepada Allah supaya rokok diharamkan..kemudian setelah izinnya didapat baru bisa diharamkan.. permasalahnya siapa yang bisa mendapatkan jawaban Iya dari Allah.. kemudian .. kamu mengatakan .. sudah diizikan Allah.. bahwasanya rokok haram..


    Bila Allah ada bebicara kepada manusia berarti manusia tersebut mendapatkan wahyu/.. yang isi wahyunya.. ROKOK HARAM*


    *dunia kamu lebih tau jika kamu punya rasul diantara kamu



    2. Bila Nya disini diartikan rasul… maka jika kamu menfatwakan mengaharamkan sesuatu dan fatwa tersebut diizinkan oleh rasul , maka menjalankan sesuatu yang benar.. kenapa ..? karena rasulpun akan bertanya kepada tuhannya.. bila tuhannya izin.. maka rasulpun izin..



    3. Dan bila nya disini diartikan pemimpinmu.. yang kamu dengan pemimpin ada suatu ikatan janji setia atau ikrar sumpah setia.. yang satu sama lain saling mengakui.. pemimpin mengakui kamu yang dipimpin atau pengikut dan dia sebagai pemimpin atau dikuti atas diri kamu dan kamu mengakuinya, yang dimana dengan demikan terjadinya ikatan tanggungjawab.. pemimpin bertanggungjawab terhadap yang dipimpinnya dan pengikut mentaati kata pemimpin..


    Kembali pada masalah haram… jika kamu sebagai pengikut mengeluarkan fatwa haram dan fatwa itu disetujui oleh pemimpin kamu.. maka fatwa tersebut dapat dijalankan dengan catatan… fatwa tersebut berlaku bagi orang yang mengakui pemimpin yang memimpin kamu adalah pemimpinnya juga.. contoh ada suatu kelompok masa yang dinamakan kelompok masa ABC yang didalam kelompok tersebut ada pemimpinya.. maka fatwa haram tersebut hanya dapat dijalankan didalam kelompok masa ABC tersebut…


    Namun pada intinya pengharaman yang sangat tidak disukai oleh Allah dengan melarang manusia menyapaikan kebenaran yang datang pada dirinya dan menghlangi manusia agar tidak beriman kepada manusia yang lain..


    Untuk kategori yang pertama tentang izin


    disini kita tidak membahasnya dikarenakan.. siapa yang bertanya kemudian Allah menjawabnya kemudian siapa saksinya bahwasanya Allah menjawabnya kepada yang bertanya…?


    Untuk kategori yang kedua tentang rasul,


    rasul tidak tau tetang rokok dan tidak ada fatwa dari rasul tentang rokok haram.. atau rasul tidak ada lagi menurut mereka..dengan mengatakan rasul tidak ada lagi sudah merupakan suatu bentuk pengharaman.. melarang Allah untuk mengutus rasulny kembali yang akan kembali murnikan agamanya dengan menegakkan Al quran.


    Dan untuk kategori yang ketiga,

    ini mungkin bisa menjadi acuan untuk mengetahui seatu suatu kebenaran..


    Setiap keputusan yang diambil bersading dengan Tanggungjawab (al Quran),, maka jika kita ingin mengambil sesuatu keputusan yang memiliki sesuatu yang akan meminta tanggungjawab namun kita tidak mau bertanggungjawab maka dari itulah diperlukan kita miminta izin dari yang bertanggungjawab atas diri kita.. seperti seorang makmum yang meminta izin kepada seorang imamnya, pemimpinnya atau orangtuanya .. bila si makmum, pengikut atau si anak melakukan kesalahan terhadap orang lain maka yang bertanggungjawab adalah yang bertanggungjawab atas mereka.. dengan catatan bila simakmum, pengikut atau anak telah meminta izin.. tapi bila mereka yang dipimpin tidak meminta izin, maka yang bertanggungjawab adalah dirimerka sendiri, jadi benarlah peringatan rasul.. yang beliau mengatakan , lebih baik dipimpin oeh pemimpin yang jahat selama seratus tahun daripada tidak punya pemimpin,, namun yang dipimpin benar-benar menjalankan kewajibannya sebagai pengikut, yaitu DENGAR KATA PEMIMPIN DAN TAATI…*


    Ingat hal ini hanya berlaku bila pengikut tidak menduakan pemimpin atau menomor dua(2)kan pemimpin…


    Menduakan pemimpin dengan cara mengakui ada pemimpin yang lain atau selingkuh,


    Me-nomor-dua-kan pemimpin adalah mendahulukan keinginan diri daripada keingin pemimpin sedangkan kinginan pemimpin adalah keinginan Allah.



    Dengan catatan, setiap pemimpin pada intinya mengajak bersatu dalam kebenaran, walau ada pemimpin yang tidak mau bersatu dengan pemimpin yang lain. Yang dikarenakan :


    32. Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.



    173. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah[108]. tetapi Barangsiapa dalam Keadaan terpaksa (memakannya) sedang Dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


    Bangkai yang berjalan tidak layak untuk dijadikan pemimpin atau guru, yang dimana bangkai tersebut tidaklah hidup dengan wahyu (Kebenaran)


    Darah merupakan makanan dari nyamuk, orang yang sifatnya suka memeras jeripayah orang lain demi keuntungan dirinya sendiri, inilah suatu bentuk perbudakan dan dari sisi lain;


    Darah juga merupakan tempat tersimpannya penyakit dan obat yaitu orang yang mencumpur adukan kebenaran dengan kebatilan, yaitu percaya dengan berita besar yang disampaikan kepadanya tapi tidak percaya kepada pembawa berita besar.



    Contohnya :


    114. dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.



    Ketika dibacakan ayat yang berisikan perintah mendirikan sembahyang dengan yang didalam perintah itu dijanjikan penghapusan dosa mereka berbondong – bondong melaksanakannya. Tapi ingat :



    35. sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.



    Apa yang menyebabkan kekafiran mereka, hal ini disebabkan :

    90. dan Sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya: "Hai kaumku, Sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu. itu dan Sesungguhnya Tuhanmu ialah (tuhan) yang Maha pemurah, Maka ikutilah aku dan taatilah perintahku".



    Ketika dibacakan ayat yang didalamnya terdapat perintah untuk mengikuti dan untuk mentaati perintah yang membacakan(yang meyeru) Mereka membantahnya, padahal harun(ulama pewaris nabi) adalah penggati musa ketika musa sedang menghadap tuhanya. Mereka tatep perpendirian hanya kepada musa dan tidak menghedaki adanya pengganti musa, apa yang dikatakan harun merupakan perintah dari Allah untuk disampaikan kepada umat musa. Kekafiran mereka bukan disebabkan kerena telah menyembah putung anak sapi yang terbuat dari emas yang diberi suara melainkan dikarnakan tidak mau mengikuti harun dan mentaati perintah harun yang diperintahkan oleh Allah.



    80. Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia telah mentaati Allah. dan Barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), Maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.



    91. mereka menjawab: "Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami".


    92. berkata Musa: "Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat,


    93. (sehingga) kamu tidak mengikuti Aku? Maka Apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku?"


    94. Harun menjawab' "Hai putera ibuku, janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku; Sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): "Kamu telah memecah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara amanatku".


    Inilah kekawatiran ulama pewaris nabi ketika sepeninggalnya yang mewarisi atas apa yang telah diamanatkan rasullah kepada penggatinya. Umat senantiasa dari zaman kejaman menyebah jasad atau beriman kepada yang awal dan mengingkari yang akhir(ulama pewaris nabi).


    95. berkata Musa: "Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) Hai Samiri?"


    96. Samiri menjawab: "Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, Maka aku ambil segenggam dari jejak rasul lalu aku melemparkannya, dan Demikianlah nafsuku membujukku".



    Inilah yang banyak terjadi dizaman sekarang. Setelah ditinggalkan rasul. Atas bujuk rayuan samiri dengan peninggalan ajaran rasulnya, umat diajak untuk melaksanakan segala ajaran rasulnya, tapi meniadakan penggantinya yang memimpin umat.



    Seruan mereka tetap taati Allah taati rasul, tapi rasulnya tidak adalagi orangnya yang ada cuna ajarannya, dengan melaksakan ajarannya berarti telah mentaati rasulnya. Demikianlah prasangkaan mereka. Mereka telah meniadakan wasiat yang telah di ditinggalkan rasulnya untuk umatnya.



    sedangkan penggati rasul(ulama pewaris nabi) tetap mengatakan ikuti aku(bukan yang telah wafat) dan taati aku, dengan mengikuti aku, maka kamu telah mengikuti rasulmu terdahulu, dengan mentaati aku sesungguhnya kamu telah mentaati perintah rasulmu.



    Apa jadinya bila umat tidak punya ikutan lagi. Dan kepada siapa mengharapkan petunjuk, sedangkan Allah telah membuatkan jalannya untuk dilalui oleh oran – orang beriman.


    Sehingga terjadilah golongan yang gemar memakan darah, ,memakan daging babi dan bangkai. Yang semuanya sanrgat disukai oleh kebayakan manusia tanpa disadari oleh manusia itu sendiri.



    Daging babi yang iya dinutrisi oleh makanan yang kotor yang dia senang mgotori diri walau dia gemar mandi. Namun mandi bukan pada air yang jernih tapi pada Lumpur



    Sangat sedikit orang yang terpaksa untuk melakuakan perbuatan yang haram sangat jarang setusasi memaksa kita melakukan perbuatan yang haram, apalagi hal itu memang tidak menginginkannya. Setiap manusia berbeda jalan hidupnya.. bagi yang yang melanggar apa yang telah ditetapkan oleh Allah, dan dia menyadari akan pebuatanya , maka dia tidak terkena dosa, dengat catatan bermohonlah pengampunan dari Allah dengan mengakui kesalahan tersebut.. janganlah kita mengahakimin seseorang telah berdosa atas perbuatanya ..selain sebatas memberikan keterangan yang jelas(berwasiat)*



    *tabahan : berlakunya suatu wasiat jika yang berwasiat telah wafat, tapi jika masih hidup dinamakan nasehat, berlakunya suatu wasiat hanya kepada orang yang dituju atau dimaksud yang berhak menerima wasiat yaitu pewaris dari yang mewasiatkan..



    89. Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, Maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi Makan sepuluh orang miskin, Yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, Maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).



    bila bersumpah atas nama siapa..? diri pribadikah ? pemimpinkah? Atau ulamakah? ..berjanji setia kepada siapa


    bila atas nama pribadi bila dilanggar maka ada kafarat sebagai sebagai jalan menembus pelagaran atau menarik sumpah tersebut,


    bila atas nama pemimpin , dan pemimpin itu melanggar, maka kewajiban pemimpin berikutnya untuk membayar kafarat pendahulunya tersebut, dan jika


    atas nama ulama, ulama tersebut meninggal dan ada penerus dari ulama tersebut yang juga sebagai ulama, maka ulama penerus tersebut melaksanakan kafarat dari pendahulunya..namun jika ulama penerus juga melanggar sumpah dari pendahulunya dia juga melaksanakan kafarat tersebut.



    148. orang-orang yang mempersekutukan Tuhan, akan mengatakan: "Jika Allah menghendaki, niscaya Kami dan bapak-bapak Kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) Kami mengharamkan barang sesuatu apapun." demikian pulalah orang-orang sebelum mereka telah mendustakan (para Rasul) sampai mereka merasakan siksaan kami. Katakanlah: "Adakah kamu mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat kamu mengemukakannya kepada kami?" kamu tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kamu tidak lain hanyalah berdusta.



    Yang bertanda hitam sebagai peringatan bagi yang mengeluarkan fatwa jangan mengikuti prasangkaan karena mereka yang mengeluarkan fatwa tidak atas dasar perintah tuhan..melainkan atas dasar ilmu.. amal dan ibadah.. bukan takwa, yang dinamakan takwa adalah atas dasar perintah tuhan.



    150. Katakanlah: "Bawalah kemari saksi-saksi kamu yang dapat mempersaksikan bahwasanya Allah telah mengharamkan (makanan yang kamu) haramkan ini" jika mereka mempersaksikan, Maka janganlah kamu ikut pula menjadi saksi bersama mereka; dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sedang mereka mempersekutukan Tuhan mereka.


    Yang diharamkan mereka adalah para rasul..baiat tidak wajib kepada imam



    Kebanyakan dari manusia bila berbicara halal dan haram akan mengarah kepada makanan, tapi ingat bukanlah makanan yang akan menjerumuskan manusia kedalam neraka melaikan perpalingan manusia dari mencari kebenaran dan melaksanankan kebenaran, suatu hal yang sering kita lihat pengharaman yang terjadi didalam kehidupan, menghalangi (manusia)diri untuk mencari kebenaran dengan mengatakan kesesatan pada yang lain sedangkan dia melupakan diri dan senantiasa menyalahkan yang lain sedangkan al quran membenarkan apa yang ada pada mereka bila mereka mau ikut.



    47. dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik



    Untuk mengetahui suatu jalan yang lurus tentulah harus ada pemamdunyanya yang dimana dia menjadi ikutan bagi yang ingin kepada jalan yang lurus, yaitu orang yang telah diberi nikmat atas mereka Al Quran(ulama pewaris nabi)



    38. orang yang beriman itu berkata(menyeru) : "Hai kaumku, ikutilah Aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar.



    Bagaimana reaksi atas orang – orang yang melampaui batas ketika diantara mereka ada yang berkata dengan perkataan ayat tersebut diatas ?, ternyata ada diantara mereka ada yang membatah ; ‘kau pula yang mau diikuti sedangkan titelku lebih tinggi, sedangkan aku ulama terkenal, sedangkan aku lebih tua, atau sedangkan aku lebih berilmu , beramal dan beribadah dibandingkan kamu(orang yang beriman mengajak)’. Demikianlah bantahan dan sangkalan mereka kepada sang penyeru, padahal sang penyeru hanyalah diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikan apa yang telah diamanahkan Allah kepadanya..



    Seperti bantahan iblis terhadap Allah SWT ketika disuruh sujud kepada nabi Adam As.


    Dengan kemulian pada diri iblis dia enggan dan sombang kepada seorang pembawa berita Tuhan yang dijadikan sebagai kalifah Allah dimuka bumi yang ia(Adam)nya ibarat seorang anak bayi yang baru lahir, tak mengerti apa-apa dan belumlah beramal beribadah apalagi berilmu, selain apa-apa yang diajarkan Oleh Allah tentang nama-nama. Apalah arti nama – nama yang telah diberitahukan oleh Allah dibandingkan orang yang telah banyak berbuat kebajikan, yang memiliki tabungan pahala yang tiada terkira. Adam bukanlah apa – apa. Adam hanyalah sebuah barometer atas keimanan seseorang dan menjadi mirzan atas orang yang beriman kepada Allah.. bila mereka menerima adam yang senantiasa ada disepanjang masa. Yang ia hidup disetiap zaman hingga bumi telah usai masanya. Yang adam sendiri berdiri pada para nabi, para rasul, para ulama pewaris nabi allah, pemimpin dimuka bumi atas perintah Allah…yang mereka semua ini adalah satu, ahad , esa, mukmin, islam



    59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah ALLAH dan taatilah RASUL (Nya), dan ULIL AMRI di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.



    73. Sesungguhnya kafirlah orang0orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", Padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari TUHAN YANG ESA. jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

    seberapa besar ketaatanmu kepada Allah dilihat seberapa besar ketaatan kamu kepada rasul-rasul-Nya dan seberapa besar ketaatan kamu kepada para rasul-Nya dilhat seberapa besar kamu mentaati pemimpinmu(imam).

    bagaimana caranya kamu mentaati Allah dengan cara mentaati rasulnya, bagaimana kamu mentaati rasulnya dengan cara mentaati pemimpin yang dari kamu mennyampaikan kalam-kalam Allah, yaitu ulama pewaris nabi.

    inilah yang dikatan ESA dalam beribadah menaati perintah Allah.
    bila kita bermaksud untuk membedakanya, Allah wajib untuk ditaati, rasulnya wajib untuk ditaati dan pemimpin tidak wajib untuk ditaati, inilah yang dikatakan mengatakan Allah Satu dari yang tiga.

    Thauhid adalah berbeda yang menyampaikan namun satu yang disampaikan, berbeda wujud namun satu sebutan, yaitu Rasulullah..
    sipakah rasulullah? rasulullah bukan hanya bapak Fatimah, melainkan :


    151. Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.


    namun ketika datang ulama pewaris nabi yang dia datang sebagai rasulullah yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.


    maka menjadi kafirlah jika kamu membatah apa yang disampaikannya dan tidak percaya dengan apa yang disampaikannya.

    33. Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?"

    adam yang menerangkan nama-nama benda, jangan lupa, jasad kamu adalah benda yang telah diberi bentuk dan dihidupkan oleh nyawa.

    nama seorang manusia ketika menyampaikan ayat-ayat Allah adalah rasul, itulah hukum Allah yang tak bisa dibantah, namun nama-nama itu dipata ketika dia mengikuti seseorang penyeru seraya mendengarkan dan mentaati wahyu yang dibacakannya. kemudia kita mengambil janji atau berjanji setia untuk mendengarkan dan mentaatinya,

    kemudian diturunkan Allah surat Yasin bagi para pengikut perintah Allah.

    1. Yaa siin
    2. Demi Al Quran yang penuh hikmah,
    3. Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul
    4. (yang berada) diatas jalan yang lurus
    5. yang diturunkan(ditugaskan) oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,
    6. Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.

    inilah sebab-sebab diatara kita ada yang memberi peringatan kepada kita agar kita menjadi orang yang lalai, mereka mengajak bersatu, kerena mereka telah ditetapkan berada DIATAS jala yang lurus, sehingga bukan hanya jalan yang tak lurus diajak, melainkan Orang yang merada dijalan yang lurus, yaitu golongan orang penuntut ilmu, Ahli ibada, para ustad, ulama dan kiai bahkan Para syeik, dan setelah mereka mau bersatu, maka mereka akan diberihaknya berdasarkan apa yang selama ini mereka kerjakan dan malah akan dilipat gandakan amal dari perbuatanya, bagi mereka yang mau bersatu, maka mereka akan menyapaikan apa yang rasul sampaikan, yaitu wahyu atas kemulian yang mereka dapati dengan turunnya YASIN kepada mereka. maka mereka dengan para rasul bukan lagi dua melainkan SATU, ESA, inilah mekJizat yang diturunkan Allah kepada NABI BESAR BAGINDA MUHAMMAD RASULULLAH SAW ANAK ABDULLAH,

    tidak adalagi wahyu selain Al quran dan Muhammad bukanlah bapak seorang laki-laki diatara kamu(buka hanya bapak siQasim), melaikan rasulullah, jadi bila ada yang menyampaikan Al quran(wahyu Al quran) itulah muhammad rasulullah

    muhammad yang menjadi penutup para nabi adalah muhammad yang hidup dimasa 14 aba yang silam dan yang menjadi muhammad penutup para nabi yang sekarang adalah para imam atau ulama atau pemimpin yang kamu mengucapkan 2kalimatsahadat dihadapannya.

    1. Adam AS adalah Muhammad Rasulullah .
    2. Idris AS adalah Muhammad Rasulullah
    3. Nuh AS adalah Muhammad Rasulullah
    4. Hud AS adalah Muhammad Rasulullah
    5. Soleh AS adalah Muhammad Rasulullah
    6. Ibrahim AS adalah Muhammad Rasulullah
    7. Luth AS adalah Muhammad Rasulullah
    8. Ismail AS adalah Muhammad Rasulullah
    9. Ishak AS adalah Muhammad Rasulullah
    10. Yakub AS adalah Muhammad Rasulullah
    11. Yusuf AS adalah Muhammad Rasulullah
    12. Ayub AS adalah Muhammad Rasulullah
    13. Sueb AS adalah Muhammad Rasulullah
    14. Musa AS adalah Muhammad Rasulullah
    15. Harun AS adalah Muhammad Rasulullah
    16. Zulkifli AS adalah Muhammad Rasulullah
    17. Daud AS adalah Muhammad Rasulullah
    18. Sulaiman AS adalah Muhammad Rasulullah
    19. Ilyas AS adalah Muhammad Rasulullah
    20. Ilyasa AS adalah Muhammad Rasulullah
    21. Yunus AS adalah Muhammad Rasulullah
    22. Zakaria AS adalah Muhammad Rasulullah
    23. Yahya AS adalah Muhammad Rasulullah
    24. Isa AS adalah Muhammad Rasulullah
    25. Muhammad SAW adalah Muhammad Rasulullah

    Ulama Pewaris nabi adalah Muhammad Rasulullah yang mengajak kamu masuk islam kaffah yang kamu menerimanya sebagai imam atas kamu dan berbaiat kepadanya maka kamu telah berbaiat kepada 25 nabi dan rasul, kamu taati dia, maka kamu telah mentaati 25 nabi dan rasul dan ketika kamu bersahadat ashadu ala ila ha ilallah muhammadurasulullah, yang menjadi muhammad rasul Allah atas kamu, buka hanya satu orang melainkan seluruh yang menyampaikan berita besar dan wahyu Al quran, SATU UNTUK SEMUA, SEMUA PADA YANG SATU, ESA. sedangkan kamu disuruh untuk beriman kepada para nabi dan rasul.



    pemimpin akhir zaman yang namanya seperti nama nabi muhammad anak abdulah adalah Muhammad Rasulullah
    kunyahnya(ucapanya) sama dengan kunyahnya(uacapan) nabi muhammad anak abdullah adalah :

    Siapakah rasul ?

    1. 40. Sesungguhnya Al Quran itu adalah benar-benar wahyu(adalah) Rasul yang mulia
    2. 4. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan .

    manaka dia?

    3. 151. Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

    ciri-ciri rasul secara umum:
    1. tidak mengatakan " aku adalah seorang rasul"
    2. berhati-hati kepada tukang fitnah, orang yang tukang fitnah akan mengatakan " sifulan mengaku rasul padahal dia cuma mengartikan apa yang didengarnya"
    contoh:

    158. Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk."


    92. Dan supaya aku membacakan Al Quran (kepada manusia). Maka barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barangsiapa yang sesat maka katakanlah: "Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan."


    a. 49. Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kamu."

    dapat disimpulkan dari tiga ayat diatas, bagi siapa yang membacakan, maka yang membacakan adalah rasul dan itu benar.ingat itu kata ayat bukan perkataan hawa nafsunya. dia hanya menyampaikan apa yang dari Allah, bukan menagaku-ngaku, ayatlah yang menjelaskan siapa dirinya.

    maka, lihatlah apa yang disampaikanya Al qurankah atau pendapatnya.

    memang apa yang diberitakan ini sungguhlah berat untuk diyakini :

    143. Dan demikian Kami telah menjadikan kamu , umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

    demikian jugalah bagi mereka yang bekiblat kepada isa, musa, ibrahim, yusuf, dan nabi-nabi lain, ketika datang nabi Muhammad mereka disuruh untuk berkiblat kepada muhammad, sangatlah berat, namun bagi yang beriman kepada Allah dan Si Akhir. dengan berkiblat kepada muhammad mereka telah berkiblat kepada rasul sebelumnya dan ini menjadi bukti bila mereka hidup dizaman nabi sebelumnya mereka mengimaninya, begitu juga sekarang, mereka berkibalat kepada Baginda rasulullah diminta untuk berkibalat kepada penerusnya yang menyampaikan Al quran sebagai bukti keimanan mereka jika mereka hidup dijaman rasul dahulu.

    jadi bila kamu menetang penerusnya maka kita tak ubahnya pengiktu isa yang menetang kedatangan muhammad.

    6. mereka berkata: "Hai orang yang diturunkan Al Quran kepadanya, Sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila



    Seringkali jika datang seseorang yang mengajak untuk ikut dengan cara menyaampaikan al quran, mereka senantiasa memjawab dengan perkataan yang tidak baik.


    Perkataan mereka terabadikan didalam al quran dan diwariskan secara turun temurun kepada orang-orang senantiasa mendustakan para pembawa berita besar.



    32. dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah Maka Dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. mereka itu dalam kesesatan yang nyata".



    21. dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang diturunkan Allah". mereka menjawab: "(Tidak), tapi Kami (hanya) mengikuti apa yang Kami dapati bapak-bapak Kami mengerjakannya". dan Apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)?



    156. (kami turunkan Al-Quran itu) agar kamu (tidak) mengatakan: "Bahwa kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan saja sebelum Kami, dan Sesungguhnya Kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca[523].




    116. dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara Dusta "Ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah Tiadalah beruntung.



    Setiap kebohongan yang terucap yang bermaksud untuk untuk kebaikan merupakan kebohongan terhadap kebenaran itu sendiri, * sampaikanlah kebenaran walaupun itu terasa pahit..) sering kita dengar ucapan berbohong untuk kebaikan, ini merupakan suatu cara untuk mengingkari akan kebenaran yang didatangkan melalui para rasul dengan cara mengikuti hawa nafsu atau segala prasangka yang ada pada diri sebagai bukti belumlah kebenaran itu turun pada dirinya yaitu al quran yang menjadi petunjuk sekalian manusia.



    Suatu pelarangan yang tidak berasalkan dari Allah merupakan kebohongan terhadap Allah yang dimana pelarangan tersebut membatasi akan kekuasaan Allah yang telah mendatangkan petunjuknya kepada manusia, dan janganlah kita berlebih lebihan dalam mengerjakan kebaikan yang dimana kebaikan yang dijalankan bukan bersarkan takwa melaikan berdasarkan ilmu, amal dan ibadah alias prasangka. Benarnya ilmu amal dan ibadah yang kita jalankan bila tanpa adanya seseorang yang menjadi saksi yang menyeru kepada kebenaran yang mereka didalam mesjid adalah amirulmukminin atau para imam, yang antara mereka yang mengerjakan kebaikan dengan para imam tanpa ada ikatan sama sekali merupakan suatu kedustaan yang menjadi perbuatan sia sia, tapi bila mereka dengan salah satu imam tersebut ada suatu ikatan yang nyata, mereka mengikrarkan kebenaran tersebut dengan mendengarkan dan mentaati, kemudian imam menyeru(memerintahkan suatu perbutan) pada kebenaran, itulah takwa, yang setiap ibadah dilajankan atas dasar perintah.



    73. Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada kamilah mereka selalu menyembah,


    Jika kamu tidak mau beriman kepada para imam(ikut,tunduk atau berserah diri) dan malah mengingkarinya dengan perbuatan yang kamu kerjakan yaitu beribadah sendiri – sendiri dengan tidak mau pila bermakmum (bersatu)


    Dan bila hanya berpikir wahyu itu hanya sampai kepada Muhammad SAW.. dan Cuma Muhammad SAW yang mnerima wahyu, maka para pemimpin itu akan menjawab dengan kalam tuhannya :



    50. Katakanlah: "Jika aku sesat Maka Sesungguhnya aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk Maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha mendengar lagi Maha Dekat".




    Dari para pemimpim tersebutlah datangnya perintah mengerjakan kebaikan, sembayang, dan menunaikan zakat bila telah berjanji berdasarkan wahyu, yang zakat tersebut bermula dari kami dengar dan kami taati berakhir pada berjuang dengan harta dan diri, sedangkan harta dan diri telah dibeli oleh Allah dengan surga melalui para saksi yaitu yang menjadi imam atas diri dan menjadi pemimpin dalam kehidupan yang menuntun manusia kepada jalan yang lurus.

    dan janganlah kamu ketika di ajak untuk bersatu, kamu malah menolaknya apalagi persatuan itu dikerenakan perintah Allah yang berasal dari ayat Al quran yang dibacakan:

    104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.



    Mereka memandang baik perbuatan yang buruk dan mereka hanyalah mengikuti prasangka dan setan memberikan janji – janji palsu,


    Apakah kamu tau jalan yang lurus..
    bila iya.. mengapa kamu tidak mengajak umat kepada jalan yang lurus.. dengan berkata kepada mereka :

    38. Orang yang beriman itu berkata: "Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar.

    tapi, sebelumnya adakah atau siapakah orang yang beriman atas kamu yang mengajak kamu untuk ikut sehingga kamu bisa menyaimpaikan apa yang disampaikan kepadmu sehingga yang mengikuti kamu adalah sebagai bukti bahwasanya mereka mentaati ayat Allah.

    ReplyDelete

Alim Mahdi adalah Founder www.mastersop.com

Konsultan SOP dan Penggagas "GERAKAN PENGUSAHA SADAR SOP"