Paket SOP Toko Retail Modern

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : SOP Toko Retail Modern.

Key Performance Indicator (KPI)

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : Key Performance Indicator (KPI).

Konsultan SOP Perusahaan

Master SOP adalah Konsultan SOP dan Sistem Bisnis untuk bisnis yang Autopilot.

Paket SOP Garmen / Konveksi

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : SOP Garmen / Konveksi.

Paket SOP Resto Modern

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : SOP Resto Modern.

Wednesday, 6 May 2009

TINJAUAN FIQH PENTASHARUFAN ZAKAT

Oleh: Prof.Dr.KH. Sjeichul Hadi Permono, SH., MA (Dalam Munas FOZ, 28 - 30 April 2009 di Surabaya)

I. SASARAN PENTASHARUFAN ZAKAT

Sasaran pentasharufan zakat, dalam kajian fiqh terkenal dengan sebutan: Mustahiq al-zakat atau ashnaf.
Q.S. 9 Al-Taubah: 60 menyebutkan delapan ashnaf :

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.


1. Fakir-miskin
adalah mustahiq yang mempunyai satu atau dua ciri : a). kelemahan dalam bidang fisik, b). kelemahan dalam bidang harta benda. Keduanya (fakir dan miskin) sama-sama, kebutuhannya (pengeluaranya) lebih besar daripada harta benda (pendapatan) nya. Perbedaanya, fakir, pendapatannya kurang daripada separuh pengeluaran, sedangkan miskin, pendapatannya lebih besar daripada separuh pengeluaran.
2. Amilin
adalah semua orang yang diangkat oleh imam (kepala negara) atau pembantunya, dalam perlengkapan administrasi urusan zakat, baik urusan pengumpulan, pemeliharaan, ketatausahaan, perhitungan, pendayagunaan dan seterusnya.
3. Al-Muallafah qulubuhum
adalah mereka yang perlu dijinakkan hatinya agar cenderung untuk beriman atau tetap beriman kepada Allah, dan mencegah agar mereka tidak berbuat jahat bahkan diharapkan mereka akan membela atau menolong kaum muslimin. Mereka itu ada dua golongan : 1). Golongan orang Islam, 2). Golongan non Islam.
Golongan orang Islam: 1). Mereka yang lemah imannya, dengan diberi zakat, agar imannya menjadi kuat, 2). Mereka yang di harapkan kemanfaatannya untuk umum.
Golongan non Islam : 1). Orang-orang yang diharapakan beriman dengan dijinakkan hatinya, 2). Orang-orang yang dikhawatirkan kejahatannya.
4. Ar-Riqab
adalah Budak yang dengan jatah zakat itu mereka dapat memerdekakan dirinya. Untuk memerdekakan lawanan muslim dari kekuasaan musuh kafir. Untuk memerdekakan bangsa yang terjajah oleh kolonialis. Alasan hukum yang terkandung dalam pengertian ar-riqab adalah adanya sifat eksploitasi dari manusia atas menusia yang harus dibebaskan.
5. Al-Gharimin
adalah orang atau Rechtpersonnen (badan hukum) :
• Berhutang untuk kepentingan pribadi diluar maksiat.
• Berhutang untuk kepentingan masyarakat (mashalih ammah)
6. Sabilillah
adalah semua kemaslahatan Syari’iyyah secara umum, yang mencakup urusan agama dan negara.
Ada tiga pandangan tentang sabilillah :
• Mempunyai arti perang, pertahanan dan keamanan Islam.
• Kepentingan keagaman Islam. ( نصرة الإسلام واعلاء كلمتة فى الآرض )
• Kemaslahatan umum
7. Ibnus Sabil Yaitu
• Orang yang mau bepergian.
• Orang yang di tengah perjalanan.

II. DASAR PEMIKIRAN KEBIJAKSANAAN PENDAYAGUNAAN ZAKAT

Berangkat dari Q.S. 9 Al-Taubah: 60 tersebut diatas, terungkaplah pemikiran-pemikiran sebagai berikut :
1. Allah SWT tidak menetapkan perbandingan yang tetap antara bagian masing-masing delapan pokok alokasi zakat (ashnaf).
2. Allah SWT tidak menetapkan delapan ashnaf harus diberi semuanya. Allah SWT hanya menetapkan zakat dibagikan kepada delapan ashnaf, tidak boleh keluar daripada delapan ashnaf.
3. Allah SWT tidak menetapkan zakat harus dibagikan dengan segera setelah masa pungutan zakat.
4. Allah Swt tidak menetapkan bahwa semua hasil pungutan zakat (baik sedikit maupun banyak) harus dibagikan semuanya.
5. Allah SWT tidak menetapkan bahwa yang diserah terimakan itu berupa in cash (uang tunai) atau in kind (natuna)

III. KEBIJAKSANAAN PENDAYAGUNAAN ZAKAT ANTARA LAIN SEBAGAI BERIKUT :

1. Pembagian zakat harus bersifat educatif, ekonomis dan produktif, sehingga pada akhirnya penerima zakat (mustahiq) menjadi tidak memerlukan zakat lagi bahkan menjadi wajib zakat (muzakki).
2. Hasil pengumpulan zakat, selama belum dibagikan kepada para mustahiq dapat merupakan dana yang disimpan dalam bank-bank Islam (Syari’ah), yang diinvestasikan pada proyek-proyek yang produktif.
3. Proyek-proyek produktif tersebut merekrut tenaga kerja dari golongan fuqara’ dan masakin, termasuk sarjana-sarjana yang belum kerja dan kaum pengangguran.
4. Proyek-proyek produktif tersebut setelah berkembang dapat di go publikan kepada para karyawan yakni dibagikan saham-sahamnya kepada para karyawan sehingga proyek-proyek produktif tersebut menjadi milik para karyawan. Dengan demikian, mereka terpacu untuk kerja keras dan disana tidak terjadi gejolak dengan demo dan sebagainya. Seterusnya, sumber penggalian zakat menjadi tambah besar, karena mereka berubah menjadi para muzakki (wajib zakat).
5. Untuk mengarah pada dayaguna yang tepat cepat, serbaguna, dan produktif, perlu perencanaan, pengarahan dan pembinaan bagi sasaran zakat (para mustahiq), baik mustahiq yang bersifat pribadi maupun yang bersifat umum atau badan hukum.
6. Distribusi zakat secara konsumtif itu mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan inflasi, karena sebagian besar dari delapan kategori mustahiq termasuk dalam strata sosial golongan ekonomi lemah yang mempunyai kecenderungan konsumtif yang lebih tinggi, sehingga menyebabkan naiknya permintaan dan tingginya harga penawaran. Agar supaya terpelihara dari bahaya seperti itu, ide “Surplus Zakat Budget” rasanya dapat diterima. Surplus Zakat Budget adalah tidak semua zakat yang terkumpul dibagikan semua, namun dibagikan sebagian dan besarnya diinvestasikan dalam proyek-proyek produktif. Surplus Zakat Budget system dapat mempunyai pengaruh untuk mengurangi jumlah permintaan dalam ekonomi dan oleh karenanya dapat mengurangi tingkat harga.

IV. BENTUK-BENTUK KEBIJAKAN PER KATEGORIAN MUSTAHIQ

1. Fakir Miskin
Untuk mereka yang jompo dan cacat fisik, jatah mereka didayagunakan oleh suatu badan hukum yang bergerak dalam bidang-bidang produktif, dibawah pembinaan, pengarahan dan pengawasan Badan Amil Zakat.
Untuk mereka yang lemah dalam bidang harta benda, tapi fisiknya mampu bekerja, mendapatkan bagian secara produktif , secara langsung, dengan pengarahan, pembinaan dan pengawasan, atau mereka diperkejakan dalam suatu proyek yang produktif yang dimodali oleh Badan Amil Zakat. Mereka mendapatkan penghasilan tetap berupa gaji, kemudian mereka diberi saham dalam perusahan itu, sehingga mereka berubah menjadi muzakki.
Dapat juga, bagi mereka yang mampu kerja, mereka diberi modal uang, alat-alat kerja, dan barang dagangan, seperti diangkat menjadi sopir taksi milik suatu perusahan yang dibiayai oleh Badan Amil Zakat, atau seorang petani diberi kerja mengelola traktor. Mereka diberikan pekarangan yang hasilnya cukup buat penghidupannya.
Untuk pelayanan pendidikan dan pengobatan bagi orang fakir-miskin, latihan kejuruan dan ketrampilan.
Untuk membangun bengkel, lokakarya, perindustrian rakyat : peternakan, pertanian, mendirikan kios-kios ditempat-tempat yang cocok dengan usahanya, kaki lima, ice box, untuk menjual makanan-makanan ringan, perumahan ekonomis dan sehat dengan biaya ringan, atau sewa murah.
Perawatan medis dan kesehatan : membangun rumah sakit, apotik, penyediaan dokter, air bersih dan lain-lain, dengan cuma-cuma, atau dengan bayaran untuk fakir miskin.
Ringkasnya, kebijaksanaan pendayagunaan zakat jatah fakir miskin dapat diarahkan ke segala usaha dan segala bidang yang menyangkut kebutuhan manusia seutuhnya, lahiriyah dan batiniyah, bagi golongan fakir miskin, untuk menyelamatkannya dari jerit ketidakcukupan, dan meningkatkan harkat serta martabat manusiawinya.
2. Al-Amilin
Jumlah dana untuk amilin sangat tergantung kepada kebutuhan dan pertimbangan yang wajar. Jatah amil adalah sebagai upah kerja. Tolok ukur gaji/honor amilin adalah prestasi kerja dan pertimbangan kecukupan yang wajar bagi amil bersama keluarganya. Para petugas zakat boleh menerima hasil pengumpulan zakat, meski kaya, sebab apa yang mereka terima merupakan upah dari jerih payahnya. Perbandingan gaji antara petugas yang satu dengan yang lain diukur menurut kedudukan dan prestasi kerjanya.
3. Muallafah
Illah (alasan hukum) jatah muallafah adalah untuk menjinakkan hati mereka terhadap Islam. Apabila alasan hukum (illah) itu ada maka wujudlah hukum (jatah ta’lif), akan tetapi apabila alasan hukum itu tidak ada, maka hukumpun tidak terwujud.
Jatah muallafah dapat berupa dana bantuan penyantunan dan pembinaan orang-orang yang baru masuk Islam, pembiayaan lembaga dakwah, pembinaan mental terhadap kaum non muslim, daerah-daerah yang belum beragama, suku-suku terasing, untuk penyiaran keislaman. Untuk negara-negara non muslim, agar berdiri dibarisan orang-orang Islam, untuk suku-suku bangsa agar mereka senang kepada Islam atau mendukung orang-orang Islam.
Dus, alokasi muallafah, pendayagunaannya diarahkan kepada mereka yang hatinya perlu dijinakkan agar :
a. cenderung untuk beriman, atau
b. tetap beriman, atau
c. menolong umat Islam, atau
d. membela Islam, atau
e. tidak berbuat jahat kepada Islam dan umat Islam.
4. Ar-Riqab
Alasan hukum yang terkandung di dalam pengertian jatah ar-Riqab adalah untuk membebaskan eksploitasi atau pemerasan oleh manusia atas manusia, baik sebagai individual maupun sebagai komunal. Kebijaksanaan pendayagunaan zakat jatah ar-Riqab dapat berbentuk antara lain :
a. menebus orang-orang Islam yang ditawar oleh musuh.
b. membantu negara Islam untuk melepaskan diri dari belenggu perbudakan modern kaum penjajah modern.
c. pembebasan pekerja kontrak dan ikatan kerja yang tidak wajar.
d. pembebasan pedagang, pengusaha kecil, petani, nelayan kecil, dan sebagainya dari ketergantungan lintah darat dan pengijon. (butir d, ini dapat dimasukkan dalam kategori gharim, bukan riqab)
5. Al-Gharimin
Jatah al-garimin dapat disalurkan kepada :
a. orang yang dinyatakan pailit dalam usahanya.
b. pedagang kecil untuk melepaskannya dari pemerasan kaum rentenir.
c. pedagang kecil dipasar, yang meperdagangkan barang orang lain, yang dapat musibah umpamanya kebakaran, atau dagangannya dirampas orang kaum preman.
d. orang-orang yang mendapat musibah bencana alam, banjir, kebakaran dan lain sebagainya.
e. orang atau badan, lembaga, atau yayasan yang berhutang, untuk kemaslahatan umum : yatim-piatu, pondok pesantren, rumah sakit, jalan, jembatan dan seterusnya.
f. orang yang meninggal dunia dan mempunyai hutang, sedangkan harta peninggalannya tidak cukup untuk melunasi hutangnya.
6. Sabilillah
Untuk mengetrapkan tiga pengertian sabilillah sesuai dengan kondisi dan tuntutan situasi, maka pendayagunaan jatah zakat sabilillah dapat disalurkan pada :
a. peningkatan dakwah.
b. untuk pertahanan Islam dan keamanan umat Islam dan hal-hal yang terkait.
c. Peningkatan ilmu pengetahuan, ketrampilan, keperluan beasiswa, penelitian, penerbitan buku pelajaran, dan majalah-majalah ilmiah.
d. peningkatan pembangunan fisik atau proyek menumental ke-islaman.
e. nafahah orang-orang yang sibuk dengan tugas agama.
f. peningkatan pengetahuan kader-kader Islam
g. peningkatan nilai fisik bangunan-bangunan keagamaan : masjid, madrasah, dan lain sebagainya.
7. Ibnus Sabil
Alokasi ibnus sabil dapat disalurkan pada :
a. rehabilitasi jalan-jalan dan pembuatan jalan.
b. santunan wisatawan religius
c. pembangunan penginapan gratis bagi wisatawan religius atau biaya murah.
d. Pengiriman mahasiswa keluar negeri.
e. ekspedisi ilmiah.
f. pengiriman utusan konferensi, seminar ilmiah dan agama.
g. penyediaan indekost murah bagi pelajar dan mahasiswa dari luar daerah.
h. kelancaran arus lalu lintas.

Monday, 4 May 2009

Sandal Bali

PhotobucketPhotobucket

PhotobucketPhotobucket

PhotobucketPhotobucket

PhotobucketPhotobucket

Posting ini memuat tentang kerajinan khas Bali: Seperti Sandal Bali, Tas Bali, Kerajinan Bali/Handicraf yang ditawarkan paling murah. Sehingga wisatawan Bali yang ingin belanja oleh-oleh khas kerajinan di Bali akan mendapati kualitas yang bagus tapi dengan harga paling murah.


.::.Alim Mahdi.::.

Tas Bali

Jika berkunjung ke Bali, Jangan Lupa belanja Tas Bali. Cantik, Indah, dan Murah!

PhotobucketPhotobucket

PhotobucketPhotobucket

PhotobucketPhotobucket

PhotobucketPhotobucket

PhotobucketPhotobucket

PhotobucketPhotobucket

Posting ini memuat tentang kerajinan khas Bali: Seperti Sandal Bali, Tas Bali, Kerajinan Bali/Handicraf yang ditawarkan paling murah. Sehingga wisatawan Bali yang ingin belanja oleh-oleh khas kerajinan di Bali akan mendapati kualitas yang bagus tapi dengan harga paling murah.


.::.Alim Mahdi.::.

Monday, 27 April 2009

Free Animasi Flash: Jam & Kalender


Banner Jam: BLOGGER INDONESIA (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner Jam: COUNTDOWN RAMADHAN 1430 H(SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner: Jam Analog (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner: Jam DSM Bali (SWF & EXE)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini atau Download di sini:


Banner: Jam Partai - PKS (SWF & EXE)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini atau Download di sini:


Banner: Jam - Kalender Digital (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:

______________________________________________________________

Anda tidak perlu repot memikirkan membuat code-codenya. Anda tinggal copy codenya dan paste ke elemen html widget blog anda maupun dalam postingan artikel anda. Gampang kan...

Nantikan banner cantik berikutnya. Dan terima kasih atas kunjungannya.

BAGAIMANA CARA MEMASANGNYA?
Anda bisa memasang Banner tersebut di blog Anda, baik dipostingan maupun di widget/gadget blog Anda.

Caranya, dengan copy code/script di atas. Kemudian Add Element/Add Gadget pilih TEKS atau HTML, kemudian paste code/script yang telah Anda copy tadi.

MENGATUR UKURAN DAN WARNA BACKGROUND?
Apabila ukuran animasi kurang pas dengan tampilan blog Anda. Maka ukuran bisa Anda sesuaikan dengan merubah ukuran panjang dan lebarnya, yaitu width dan height pada code/scriptnya.
Contoh : width="500" height="125". Adalah ukuran dengan Lebar=500px, dan tingi=125px rubah angka tersebut (warna merah) sesuai ukuran Anda, heiii... ukuran blog Anda maksudnya.

Warna background dapat Anda rubah sesuai warna background blog Anda. Kode yang menunjukkan warna background adalah "wmode". Contoh: wmode="transparent". Berarti warna background bannernya transparan. Rubah sesuai selera anda misalnya wmode="black'atau wmode="green" bisa juga seperti ini: wmode="#ffffff".

Selamat Mencoba! Dan terima kasih atas kunjungannya...


Wednesday, 22 April 2009

Mengikuti Perjalanan Ibnu Batutah Menuju Mekkah

Panas terik, fatamorgana, perampok, dan perang bukanlah halangan untuk mendekatkan diri kepada Allah Yang Mahakuasa. Bahkan, perjalanan yang keras sejauh 75.000 mil atau 120.000 kilometer tetap ditempuh demi mengikuti perjalanan Nabi Muhammad mengunjungi makam Nabi Ibrahim di Mekkah.

”Kalaupun saya harus mati, biarlah saya mati dalam perjalanan saya ke Mekkah,” kata Abu Abdullah Muhammad bin Battutah atau Ibnu Batutah (1304-1368).

Inilah awal pembukaan film dokumenter Journey to Mecca-In The Footsteps of Ibn Battuta, yang diputar di Teater Imax Keong Emas Taman Mini Indonesia Indah sejak Sabtu (18/4). Film perjalanan haji terlama menjadi tanda peringatan ulang tahun Teater Imax ke-25.

”Setelah film-film bertemakan keindahan alam dan budaya Indonesia, lalu ilmu pengetahuan dan teknologi, kini kami mempersembahkan film mengenai perjalanan haji yang layak ditonton oleh siapa saja,” kata Purwanto, Manajer Teater Imax Keong Emas, dalam pemutaran perdana film ini, Sabtu.

Film ini memang pantas ditonton oleh semua khalayak, baik bagi umat Islam, baik yang sudah berhaji maupun yang belum, ataupun pemeluk agama lain, karena film ini lebih menyajikan pemandangan alam Timur Tengah dengan sangat indah dan halus, melalui cerita perjalanan yang dilakukan Ibnu Batutah.

Dari layar raksasa berukuran 21,5 meter x 29,3 meter, penonton seolah diajak melintasi padang pasir yang tandus dan panas menyilaukan. Menyaksikan peribadatan menakjubkan saat tiga juta manusia dari seluruh dunia setiap tahun mengelilingi Hajar Aswad.

Sekretaris Jenderal Departemen Agama Bahrul Hayat mengatakan, perjalanan haji Ibnu Batutah tidak ditulis sendiri oleh Ibnu Batutah, tetapi ditulis oleh juru tulis Istana Kesultanan Maroko. Ibnu Batutah adalah pemuda Maroko yang ingin menunaikan ibadah haji karena mimpi.

Kedua orangtuanya sangat mengkhawatirkan dan berusaha mencegahnya mengingat usia Ibnu Batutah masih muda. Namun, keinginannya tidak bisa dibendung dan dicegah. Ayahnya memberikan seekor kuda yang sangat kuat, sedangkan ibunya memberikan pakaian haji, ihram. Pakaian ini yang kelak menyelamatkan dia dari keganasan bandit-bandit di gurun yang panas.

Ibnu Batutah bukanlah ahli geografi yang mengetahui peta dunia. Namun, karena tekadnya yang bulat, dia mampu mencapai Mekkah dengan berbagai kendala.

Perjalanan ke Mekkah ini merupakan awal dari perjalanannya menempuh jarak 5.000 mil mulai dari Tangier, Maroko, Damaskus, Madinah, dan terus ke Mekkah. Medan yang keras dan berbahaya karena rawan gangguan keamanan, melintasi pegunungan dan gurun di Maroko, Gurun Sahara, dan Sungai Nil.

Dari perjalanannya, Ibnu Batutah melihat beragam budaya dan peradaban dari berbagai bangsa yang disinggahinya. ”Peradaban bangsa yang luput dari catatan-catatan sejarah lainnya,” kata Bahrul.

Film dokumenter yang diproduksi Cosmic Picture ini memang tidak menceritakan pengalaman Ibnu Batutah saat dia berinteraksi dengan peradaban bangsa lain. Namun, film ini mampu menyajikan gambaran perjalanan haji yang sangat menuntut kesiapan mental. Kesiapan mental untuk menghadapi segala rintangan yang melelahkan secara fisik maupun mental.

Ibnu Batutah berhasil mencapai Mekkah dalam waktu 18 bulan, beberapa hari menjelang dilangsungkannya musim ibadah haji.

Monday, 20 April 2009

Bicara yang Baik atau Diam

Undzur ma qoola walaa tandzur man qoola – Dengar apa yang dikatakannya dan jangan lihat siapa yang mengatakannya- satu ungkapan lama dari ulama yang sejatinya dimaknai agar kita bersikap kritis terhadap setiap perkataan orang, disisi lain tidak mengambil kebenaran hanya karena memandang kedudukan, status orang yang mengatakannya. Namun, sejalan dengan beragam pemikiran manusia, beragam pula interpretasi terhadap ungkapan tersebut hingga satu titik interpretasi sederhana bahwa tidak perlu melihat siapa yang mengatakannya, karena yang penting adalah apa yang dikatakan orang tersebut.

Satu interpretasi yang salah yang terus bergulir yang kemudian tidak jarang dijadikan alasan pembenaran bagi seorang juru dakwah (da’i) untuk tidak tampil dengan penampilan terbaiknya, karena baginya yang penting apa yang akan disampaikannya penuh nilai dan berbobot.

Anda tentu pernah melihat tukang-tukang obat yang beraksi di tengah keramaian, meski tak pernah belajar teori komunikasi –apalagi kuliah strata satu di fakultas ilmu komunikasi- tapi memiliki kemampuan untuk menyedot perhatian orang banyak hingga rela berdiri untuk sekian lama memperhatikan cuap-cuap si tukang obat. Jual obat belakangan, yang penting orang senang dulu dan betah untuk berlama-lama bersamanya. Bisa jadi kita juga semua tahu bahwa obat yang dijual masih perlu dipertanyakan kualitasnya, juga kemanjurannya, tapi pernahkah Anda mempertanyakan pada diri sendiri, kenapa Anda mau berhenti sejenak untuk memperhatikan tukang obat itu sendiri. Dan tidak jarang, pada akhirnya, ada yang membeli obat tersebut.

Setiap marketing yang handal dan pengalaman, tentu sangat mengerti jawabannya. Prinsip dasar yang dipegang selama ini dalam menentukan keberhasilan marketing adalah “The singer not the song”. Pada umumnya, keputusan untuk membeli suatu barang sangat ditentukan oleh emosi si pembeli. Termasuk misalnya, pembeli merasa senang, suka ataupun sebaliknya terhadap penjual. Setiap penjual yang baik, biasanya memulai dengan dan mampu untuk “menjual” dirinya terlebih dulu sebelum menjual produk. Syukurnya, dalam kerangkan budaya masyarakat Indonesia pada umumnya masih lebih berorientasi pada “siapa yang berbicara”. Sebagai contoh lagu dan penyanyi misalnya, orang kita masih memandang penyanyinya, bukan lagunya. Coba Anda perhatikan di kampung-kampung misalnya, tertulis besar-besar pengumuman, “Hadirilah pagelaran musik, menghadirkan Cucum Cumenah, Artis Top Ibukota”. Anda tidak akan pernah mendapati, judul lagu yang ditulis dalam pengumuman tersebut. Apapun lagunya, kalau yang membawakannya adalah artis top yang sudah kondang dan kesohor bahkan menjadi pujaan, tidak penting lagi apakah lagu tersebut jelek atau bagus.

Jadi, sekedar untuk mengembalikan pemahaman sebenarnya dari ungkapan ulama (bukan hadits) diatas, bahwa setiap kita semestinya kritis terhadap apa yang dikatakan orang. Namun jika masih tetap ada yang “keukeuh” menginterpretasikan hal itu sebagai tidak perlu melihat siapa yang mengatakannya, kali ini, seharusnya dipahami bahwa sesungguhnya masyarakat kita sangat betul memperhatikan siapa yang berbicara. Sebagus apapun, sebaik apapun nasihat yang akan anda sampaikan kepada orang lain, luangkan waktu sejenak untuk sekedar memperhatikan penampilan Anda, dan memperbaiki bagian yang kurang sedap dipandang. Dalam pemahaman yang lebih luas, seperti dijelaskan dalam Surat Ash Shaft ayat 2 dan 3, bahwa sebelum mengatakan sesuatu, semestinya kita sudah melakukannya. Sehingga orang lain akan melihat kita sebagai tauladan, bukan sebagai pembual yang hanya pandai mengajak orang, tapi ianya tetap pada keburukan.

(Bayu Gautama*)

Friday, 17 April 2009

Mensyukuri Nikmat

Begitu kita bangun pada dini hari, terasa badan jadi bugar, semangat dan tenaga kerja rasanya pulih dan kembali segar, dan ini salah satu karunia nikmat yang kadang tidak banyak direnungkan dan diperhatikan. Bukankah kita telah merasakan nikmatnya tidur sepanjang malam. Sekujur badan terbujur lemas, lena menerawang di alam mimpi, istirahat pulas menikmati tidur karunia Allah yang terakar, dan andaikata rasa kantuk itu tak kunjung tiba, berarti nikmatnya tidur tidak akan kita rasakan, apa yang terjadi? Betapa gelisahnya perasaan ini, badan terasa gerah, ini baru sisi kecil dari kehidupan ummat manusia.

Coba kita simak firman Allah, yakni dalam surah Ibrahim ayat 34, Artinya:
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah tidaklah dapat kamu menghinggakannya.”

Walau sesungguhnya kita patut wajib menyadari segala sesuatu yang telah dianugrahkan Allah kepada kita dari berbagai bentuk dan macam nikmat, nah cobalah kita buktikan Firman Allah tersebut di atas.

Marilah kita layangkan pandangan kita ke sekeliling lingkungan, bahwasanya setiap makhluk yang hidup di atas permukaan bumi Allah ini sangat tergantung kepada komponen udara yang telah disediakan oleh Maha Pencipta.

Di dalam udara atau hawa, padanya dijumpai berbagai unsur gas, gas oksigen, nitrogen, hidrogeen, helium, zat lemas, argon, kripton dan gas-gas mulia lainnya yang kecil jumlahnya. Jadi sesungguhnya sama sekali tidak ada pabrik gas, karena manusia tak mampu membuat gas. Yang ada hanyalah pabrik memisah-misahkan gas dengan perbedaan titik didih masing-masing gas.

Dari hasil penyelidikan cerdik pandai bahwa pada udara tersebut ditemui dalam prosentasi unsur-unsur gas yang seimbang sebagaimana yang diperlukan oleh umat manusia dan makhluk-makhluk lainnya.

Marilah kita layangkan pandangan kita ke sekeliling lingkungan, bahwasanya setiap makhluk yang hidup di atas permukaan bumi Allah ini sangat tergantung kepada komponen udara yang telah disediakan oleh Maha Pencipta.
Di dalam udara atau hawa, padanya dijumpai berbagai unsur gas, gas oksigen, nitrogen, hidrogeen, helium, zat lemas, argon, kripton dan gas-gas mulia lainnya yang kecil jumlahnya. Jadi sesungguhnya sama sekali tidak ada pabrik gas, karena manusia tak mampu membuat gas. Yang ada hanyalah pabrik memisah-misahkan gas dengan perbedaan titik didih masing-masing gas.
Dari hasil penyelidikan cerdik pandai bahwa pada udara tersebut ditemui dalam prosentasi unsur-unsur gas yang seimbang sebagaimana yang diperlukan oleh umat manusia dan makhluk-makhluk lainnya.

Salah satu unsur gas yang sangat berpotensi bagi hidup dan kesehatan manusia adalah gas oxygen. Kebutuhan seorang manusia dalam memenuhi kesehatan memerlukan gas oxygen setiap harinya antara 18-20 %. Allah telah mengatur sedemikian rupa dengan pasti bahwa di dalam udara yang kita hirup saat ini persis dalam prosentasi antara 18-20 %. Andai kata lebih tinggi dari prosentase tersebut, maka suhu udara gerah, panas dan akibatnya mudah terpicu timbulnya kebakaran dimana -mana, dan sebaliknya bila jauh di bawah prosentase tersebut maka yang akan terjadi adalah penduduk susah bernafas, tersengal-sengal karena pernafasan kita terganggu oleh zat lemas yang memenuhi lingkungan hidup kita dan besar kemungkinan keluhan akan berkepanjangan seperti yang telah kita alami beberapa waktu lalu merambanya asap dipenjuru Asia. Maha Besar Engkau ya Allah .!

Untuk lebih meyakinkan diri kita, apa yang dikemukakan tadi, patutlah diketahui atau kalau ada yang telah mendalami anggaplah kita mengulang kajian lama, bahwa seorang manusia sehat dewasa dalam keadaan normal, dalam satu menit kurang lebih 20 (Dua Puluh) kali bernapas. Satu kali bernafas udara kurang lebih 2 liter udara ke dalam rongga-rongga pernapasan, ini berarti semenit akan menghirup kurang lebih 40 liter udara. Kalau sehari semalam (24 jam) kita akan mengkonsumsi 57.600 liter udara, atau dengan kata lain kita telah menggunakan gas oxygen murni (100%) sebanyak 20% dari 57.600 liter udara adalah 11.520 liter oxygen murni seharinya.

Berapa besarkah nilai ekonominya?

Saat ini umum dipasarkan satu tabung oxygen harganya Rp. 40.000 yang isinya 6000 liter yang kadar oxygen antara 97-99% berarti nilai tiap liternya adalah 40.000: 6000 adalah kurang lebih Rp. 6.600 per liter.
Ini berarti seseorang manusia sehat cuma-cuma alias gratis telah menghabiskan gas oxygen setiap harinya dengan nilai 11.520 kali Rp. 6.600 sama dengan Rp. 760.000,- kalau sebulan nilainya menjadi Rp. 22.800.000,-

Nah kalau kita ingin lebih mendalaminya lagi seberapa besar nikmat oxygen yang telah kita hirup selama hidup atau pada usia kita saat ini misalnya 40 tahun, 50 tahun atau 60 tahun rata-rata kita semua yang masih hidup, tertuang kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala dalam nilai rupiah saat ini di atas 1 milyar, rasanya memang mustahilkah? Tapi kalau tidak percaya boleh hitung sendiri setelah sampai kerumah, begitu besarnya nikmat Allah kepada hambaNya dan masih sebagian kecil nikmat yang baru kita perhatikan.

Oleh karena itu dalam surat Ar-rahman, Allah Subhannahu wa Ta’ala mewanti-wanti kepada hambaNya dengan mengulang-ulang 31 kali peringatan bagi umat manusia dengan firmanNya, Artinya: “NikmatKu manakah lagi yang kamu dustakan.”

Marilah kita bersama-sama meluangkan waktu merenung sejenak di tengah kesibukan mencari nafkah, (baik offline maupun online) betapa besar karunia Allah kepada diri kita, keluarga kerabat kita, bangsa kita dan hamba Allah pada umumnya.

Sebagaimana yang telah kita ketahui dengan nyata sisi-sisi kecil atas nikmat yang telah kita rasakan bernilai sekian besarnya apalagi dalam mengarungi hidup ini, masih akan mengenyam nikmat-nikmat lainnya berupa nikmat kelapangan rizki, nikmat berkeluarga, nikmat kebahagiaan, nikmat kepuasan hidup dan masih setumpuk nikmat lainnya yang sukar menyebutkannya satu persatu.
Sebagai hasil renungan kita atas nikmat ini tentunya menimbulkan kesadaran dari lubuk hati yang dalam, kemudian dituangkan dalam bentuk kesyukuran, dan kesyukuran ini tidaklah punya arti sama sekali jika hanya dalam bentuk lisan semata.

Mensyukuri karunia Allah harus berupa pengakuan hati kepada kebesaran dan keagungan Allah dalam sikap dan tindakan nyata, berupa membantu hajat hidup orang-orang yang dalam kesempitan, menghibur orang-orang yang dalam kesedihan, orang yang terkena musibah, membantu mereka yang membutuhkan pertolongan, meyantuni anak-anak yatim dan badan-badan amal lainnya. Janganlah berdalih tidak mampu sementara rizki terus mengalir masuk, penuhilah telapak tangan fakir miskin yang sedang mengulas dada tipisnya karena ketiadaan makanan hingga kelaparan berkepanjangan, ceritakanlah, kabarkanlah dan sebarkanlah kepada orang lain betapa nikmat Allah yang telah kita rasakan, ulangilah berkali-kali syukur ini kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala.

Realisasi rasa syukur tersebut, bukanlah suatu perbuatan yang sia-sia, tapi dengan demikian akan mempertebal Iman dan Takwa kepada Maha Pencipta, dan yang terpenting kita akan terhindar dari murka dan siksaan Allah seperti FirmanNya dalam surat Al-An’am ayat 46 yang Artinya:

“Katakanlah, terangkanlah kepadaKu jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan kepadamu? Perhatikanlah bagaimana (Kami) berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami) kemudian mereka tetap berpaling juga.”

Satu hal lagi yang lebih membesarkan hati kita yakni adanya jaminan Allah Subhannahu wa Ta’ala bagi hambaNya dengan firmanNya dalam surat Ibrahim ayat 7, Artinya:

“Jika kalian bersyukur niscaya Aku tambahkan bagimu beberapa kenikmatan, dan jika kamu sekalian mengingkarinya ingatlah siksaKu sangat pedih.”

Marilah kita memohon kehadirat Allah Subhannahu wa Ta’ala semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan kufur nikmat dan memberikan limpahan karunia agar kita tetap termasuk dalam golongan yang sedikit yakni golongan orang-orang yang tahu mensyukuri nikmatNya.

Oleh: Drs. M.D. Hakim, Bba
Dikutip dari sini.


Tuesday, 7 April 2009

Bagi PKS Kampanye Tidak Pernah Berakhir

Kenapa mereka mau berbuat demikian? Karena, mereka menginginkan perubahan segera terjadi di negeri ini. Mereka tidak mau lagi lembaga legistatif, eksekutif dan yudikatif dipenuhi oleh orang-orang yang bermental buruk alias politisi busuk.

PK-Sejahtera Online: Bagi partai lain kampanye terbuka mungkin sudah berakhir, tapi tidak demikian bagi partai bernomor 8 (Partai Keadilan Sejahtera/PKS) ini. Bagi si nomor 8 ini, perjuangan terus dilakukan hingga mencapai hasil yang didambakan.

Para kader dan simpatisan PKS terus bergerilya di dunia maya, ranah yang tidak diatur oleh Undang-undang pemilu. Berbagai cara yang tidak bertentangan dengan hukum dan Undang-undang terus dilakukan oleh kader dan simpatisan PKS.

Mereka mengajak orang-orang yang mereka kenal, termasuk penulis tentunya agar pada tanggal 9 April 2009 memilih PKS. Ini menunjukkan betapa hebat militansi dan kecintaan yang dimiliki oleh para kader partai yang menamakan dirinya Partai dakwah ini dan bersemboyankan Bersih, Peduli, Profesional.

Kenapa mereka mau berbuat demikian? Karena, mereka menginginkan perubahan segera terjadi di negeri ini. Mereka tidak mau lagi lembaga legistatif, eksekutif dan yudikatif dipenuhi oleh orang-orang yang bermental buruk alias politisi busuk.

Dalam pesan yang diterima penulis, Dewan Pengurus Pusat(DPP) PKS menghimbau agar seluruh kader dan simpatisan PKS yang memiliki account di Facebook, YM, dan Gtalk agar memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk mengajak orang-orang yang mereka kenal agar memenangkan PKS.

Bila teman anda ada 100 orang, maka anda telah berkampanye kepada 100 orang tersebut, subhanallah, demikian DPP PKS.

Sementara itu menurut salah seorang kader PKS di Batam, Ricky Indrakari, mengatakan 'serangan udara' akan efektif dengan tindak lanjut menggelar 'infantry darat' secara massive dengan himbauan agar masyarakat yang punya hak pilih tidak golput.

"Aib bagi seorang kader yang berdiam diri di rumah selama masa tenang ini,"katanya. .::.

HNW Siap Nyapres

"Karena itu PKS harus dimenangkan dulu sebelum mengajukan saya sebagai presiden," urainya.

PK-Sejahtera Online: Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid menyatakan, kalau partai memerintahkan, dan umat mengamanahkan, dirinya siap saja jika dicalonkan sebagai capres/cawapres. Hal itu disampaikan Hidayat menjawab pertanyaan warga dalam acara silaturahim ulama, tokoh, dan warga se-Madura di Pondok Pesantren Al Muhajirin, Arosbaya, Bangkalan, Madura, Minggu (5/2) sore.

Namun dia mengingatkan, sebelum sampai ke sana ada syarat yang harus dipenuhi. Setiap partai atau gabungan partai yang mengajukan capres/wapres harus memiliki suara 25 persen. "Karena itu PKS harus dimenangkan dulu sebelum mengajukan saya sebagai presiden," urainya.

Hidayat mengunjungi Ponpes Al Muhajirin dalam rangka safari silaturahim ke beberapa tokoh di Jawa Timur. Hidayat disambut langsung oleh pimpinan Ponpes KH Hamzah Amjad Munawir. Keduanya sempat bertukar cindera mata. KH Hamzah memberikan sorban berwarna hijau yang langsung dikalungkan ke leher Hidayat. Sementara Hidayat memberikan buku platform PKS.

Selain bertemu dengan pimpinan dan pengurus ponpes, Hidayat juga berkesempatan bersilaturahim dengan ribuan warga Arosbaya yang hadir dalam acara silaturahim itu.

Dalam kesempatan itu, Hidayat menyampaikan jangan sampai Pemilu menjadikan warga bangsa terpecah hanya karena berbeda partai atau berbeda pilihan. "Perbedaan partai, perbedaan pilihan, hendaknya tidak membuat kita terpecah belah," katanya.

"Tidak penting kita berada di mana dan memilih apa. Asal tujuannya untuk memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan rakyat, serta memperbaiki bangsa ini, kita berada dalam jalur yang sama," imbuh dia.

Sebelum mengunjungi Ponpes Al Muhajirin, Hidayat sempat bertemu dengan Gubernur Jatim Sukarwo. Pertemuan dilakukan usai kampanye PKS di Stadion 10 November, Surabaya, yang dihadiri oleh sekitar 50 ribu kader dan simpatisan PKS. Pertemuan antarkeduanya dilakukan sambil makan siang di sebuah rumah makan di kawasan Perak, Surabaya.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh jajaran pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Timur keduanya mendiskusikan berbagai hal termasuk pelaksanaan pemilu 2009, 9 April mendatang.

Setelah bertemu dengan Pakde Karwo, dengan menumpang kapal ferry, Hidayat dan rombongan menyebrang ke Pulau Madura. Di Pulau Garam itu Hidayat melakukan silaturahim dengan jajaran pemerintah Kabupaten Bangkalan. Hidayat disambut di Pendopo Kabupaten Bangkalan oleh Sekda Bangkalan Sudarman mewakili Bupati Bangkalan yang sedang ke Jakarta karena urusan keluarga. (tono) .::.

Wednesday, 1 April 2009

Anak Muda Muslim Ambil Alih Masjid Glasgow

Glasgow - Anak muda muslim di skotlandia, kini mulai menguasai Masjid Pusat Glasgow. Para pemuda Muslim itu bertekad memberik peran lebih besar bagi para remaja dan wanita untuk beraktivitas di masjid yang sangat masyhur itu. Selama bertahun-tahun, kelompok muda dan tua berebut pengaruh di masjid itu.

"Kaum tua menganggap ini sebagai ancaman bagi 'kerajaan' mereka," ujar Siddaqat Khan mewakili kelompok muda Muslim. Menurut dia, pengelolaan Masjid Glasgow memerlukan perubahan.

"Masyarakat terus berubah," papar dia seperti dikutip Sunday Herald. Untuk itulah, kata dia, anak muda Muslim kini mengambil alih pengelolaan masjid tersebut.

Kalangan anak muda Muslim telah lama menggulirkan wacana reformasi pengelolaan Masjid Glasgow.

Mereka menginginkan agar masjid juga bisa menjangkau komunitas non Muslim dan bisa berperan dalam mengatasi masalah sosial yang dihadapi Muslim di negara itu, seperti penyalahgunaan obat, kejahatan jalanan, kekerasan dan lainnya.

Saat ini, jumlah pemeluk Islam di Skotlandia mencapai 50 ribu orang atau sekitar satu persen dari total populasi.hri

Sumber: republika, 31/03/09