Paket SOP Toko Retail Modern

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : SOP Toko Retail Modern.

Key Performance Indicator (KPI)

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : Key Performance Indicator (KPI).

Konsultan SOP Perusahaan

Master SOP adalah Konsultan SOP dan Sistem Bisnis untuk bisnis yang Autopilot.

Paket SOP Garmen / Konveksi

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : SOP Garmen / Konveksi.

Paket SOP Resto Modern

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : SOP Resto Modern.

Tuesday, 1 September 2009

Ramadhan adalah bulan Solidaritas dan Peduli

Di Bali pemerintah menghadapi penduduk miskin sebanyak 181.700 orang yang tercatat Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali hingga Maret 2009. Artinya gemerlap dan kemolekan Bali dengan ‘kemashuran’ tempat wisatanya tidak lepas dari fenomena sosial ini. Katanya pemerintah daerah telah berupaya mempercepat pengurangan angka kemiskinan dengan berbagai upaya dan program yang menyentuh kepentingan masyarakat kurang mampu.

Nabi Yusuf as ketika menduduki jabatan teras di bidang logistik di pemerintahan, beliau selalu menjalani puasa dan membiasakan diri lapar. Ditanyakan kepadanya, ''Mengapa Tuan berlapar-lapar, sedangkan tuan memegang gudang-gudang kekayaan bumi?'' Utusan Allah yang diberikan wajah tampan ini menjawab, ''Aku khawatir, jika aku kenyang akan melupakan orang-orang yang lapar.''

Saudaraku, sekarang kita berada di dalamnya bulan ramadhan. Dalam khutbah yang panjang menjelang masuk bulan Ramadhan, Rasulullah saw menyampaikan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan solidaritas dan peduli, seperti petikan sabdanya:

Ùˆَ Ø´َÙ‡ْرُ الْÙ…ُÙˆَاسَاةِ
(Bulan Ramadhan) adalah bulan muwasat; yaitu bulan solidaritas dan peduli.

Secara etimologi arti solidaritas adalah kesetiakawanan atau kekompakkan. Solidaritas salah satu bagian dari nilai Islam yang humanistik-transendental. Wacana solidaritas bersipat kemanusiaan dan mengandung nilai adiluhung, tidaklah aneh kalau solidaritas ini merupakan keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi !. Memang mudah mengucapkan kata solidaritas tetapi kenyataannya dalam kehidupan manusia sangat jauh sekali.

Dan keshalehan sosial ini bisa diukur dengan parameter orang bersangkutan berbuat amal shaleh dan proyek kebaikan lainnya. Karena iman dan amal menjadi mata rantai yang harus sinergis, oleh karena itu keduanya tampil menjadi mainstream dalam sebuah perubahan sosial. Akan sulit kiranya, sebuah perubahan jika iman hanya disandarkan pada keshalehan vertikal (mahdhah) tanpa dibarengi dengan keshalehan sosial (amal shleh) yang lebih memihak kepada persoalan kemanusiaan.

Tentang nilai kebaikan solidaritas ini Allah SWT berfirman dalam Al-Quran berbunyi:

ÙˆَتَعَاوَÙ†ُوا عَÙ„َÙ‰ الْبِرِّ ÙˆَالتَّÙ‚ْÙˆَÙ‰ ÙˆَÙ„َا تَعَاوَÙ†ُوا عَÙ„َÙ‰ الْØ¥ِØ«ْÙ…ِ ÙˆَالْعُدْÙˆَانِ ÙˆَاتَّÙ‚ُوا اللَّÙ‡َ Ø¥ِÙ†َّ اللَّÙ‡َ Ø´َدِيدُ الْعِÙ‚َاب

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya” (QS. Al-Maidah: 2).

Inilah pondasi nilai Islam yang merupakan sistem sosial, dimana dengannya martabat manusia terjaga, begitu juga akan mendatangkan kebaikan bagi pribadi, masyarakat dan kemanusiaan tanpa membedakan suku, bahasa dan agama.

Bulan Ramadhan adalah bulan muwasah dalam arti peduli. Rasa peduli adalah ibarat batu bata untuk bangunan yang bernama kasih sayang. Tanpa adanya kepedulian tidak mungkin terdapat rasa kasih dan sayang pada seseorang. Adapun yang dimaksud dengan Kepedulian adalah kesanggupan untuk peka terhadap kebutuhan orang lain dan kesanggupan untuk turut merasakan perasaan orang lain serta menempatkan diri dalam keadaan orang lain (empati).

Setiap manusia pada dasarnya diberikan kecintaan terhadap harta benda sebagai bagian dari naluri mempertahankan diri. Kecintaan ini memicu lahirnya sikap bakhil (pelit dan kikir) serta individualis, mementingan diri sendiri dan enggan berbagi. Salah satu hikmah dan rahasia berpuasa adalah memupuk solidaritas, persamaan derajat, kasih sayang, tepa selira, kepedulian sesama dan kesetiakawanan sosial. Dengan hikmah dan rahasia puasa ini, manusia dilatih agar dapat meminimalisasi sikap bakhil dan individualis yang ada dalam dirinya sehingga dia mau berbagi dengan orang lain. Dengan puasa, orang akan merasakan betapa sakit dan perihnya menahan lapar, padahal itu hanya sementara waktu. Perasaan ini akan mengingatkan mereka kepada sebagian saudaranya yang dhuafa yang senantiasa merasakan lapar dan dahaga sepanjang waktu.

Aksi praktik langsung solidaritas sosial yang umumya dilakukan pada waktu bulan puasa diantaranya adalah :
1. Memberikan makanan berbuka kepada orang – orang berpuasa
2. Memberikan zakat fitrah
3. Memperbanyak sedekah
4. Menyegerakan zakat maal
5. Mmembayar fidyah bagi orang – orang yang tidak mampu menjalankan puasa

Atas dasar inilah, semestinya dengan puasa keberadaan kaum dhuafa yang penting ini lebih diperhatikan dengan menumbuhkan sikap peduli, belas kasih, solidaritas, setia kawan, dan semacamnya untuk mengangkat dan mengentaskannya dari kemiskinan. Dengan kepedulian ini diharapkan akan mampu mengurangi kesenjangan atau gap yang kian hari kian terbuka lebar antara kaum borjuis dan proletar. Bila kepedulian sesama manusia ini sudah tumbuh dan terjalin serasi maka keadilan, kemakmuran, dan kemajuan optimis dapat tercapai.

Diantara yang termasuk Muwasah adalah:
1. Mendoakan kaum muslimin
2. Bersilaturahmi.
3. Solidaritas dalam Perlawanan, yaitu kewajiban kaum Muslimin membela agama dan negaranya dan juga memperjuangkan nasib kaum atau bangsa yang mengalami penderitaan dan kesusahan; yang dilakukan dengan memberikan perhatian, bantuan dan uluran tangan.

Karena umat Islam seumpama satu jasad, jika satu anggota mengaduh rasa sakit seluruh tubuh akan merasa demam.


.::.Alim Mahdi.::.

Monday, 31 August 2009

Dengan Virtual Money, bayar Zakat cukup SMS

Kamis (27/08/09)-Mewakili DSM Bali saya dan dua rekan menghadiri undangan Telkomsel dalam rangka presentasi produk terbarunya dan kabarnya pertama di Indonesia yaitu “T-Cash” singkatan dari “Telkomsel Cash”. Telkomsel Cash ini adalah uang virtual di mana dengan Telkomsel Cash ini kita tidak perlu membawa uang kas untuk berbelanja di merchant tertentu yang bekerjasama dengan Telkomsel, cukup kita menyebutkan nomer kartu ponsel/HP kita kepada kasir di ‘merchant’ tersebut ketika terjadi proses pembayaran.

Mungkin transaksi via hanphone seperti ini di Indonesia masih baru tetapi sesungguhnya di negara maju seperti Jepang sudah menjadi “lifestyle” dan caranyapun sudah jauh lebih maju. Jikalau pada T-Cash, pelanggan sebelumnya harus mengisi T-Cashnya dulu sebelum digunakan sama seperti beli voucher isi pulsa ponsel, maka di Jepang tidak perlu mengisi kas virtualnya dahulu, tagihan akan muncul bersamaan dengan tagihan bulanan ponsel bulan berikutnya, dan jikalau ponsel prabayar akan langsung mengurangi saldo pulsanya secara otomatis.

Di Indonesia model seperti di jepang masih mendapat banyak kendala terutama dalam hal aturan perbankan khususnya perbedaan nilai uang dengan pulsa apabila dikonversikan. Karena harga pulsa di Indonesia tidak persis sama seperti yang tertulis di nominalnya.
Bagaimanapun ini merupakan kemajuan yang luar biasa, kita tak perlu report membawa uang cash dan tidak perlu mengingat nomor account di bank yang memang susah diingat, cukup sms dan transaksi berlangsung secepat sms. Ke depan layanan ini akan menjadi pesaing sengit bank-bank yang ada sekarang. Jika uang kas dihilangkan dan diganti dengan uang virtual (pulsa telepon) bagaimana dengan nasib perbankan??

Menurut saya tantangan yang sekarang harus dipecahkan dalam mengembangkan aplikasi ini adalah tentang awareness dan merchants. Awareness di sini adalah bagaimana mengedukasi tentang pentingnya dan keunggulan produk T-Cash dan berapa banyak kesediaan merchant sebagai tempat bertransaksi menggunakan uang virtual ini.

BAYAR ZAKAT VIA T-CASH
Jika pembayaran atas pembelian barang yang lain bisa, tentunya untuk pembayaran ZIS (zakat, infak dan shadekah) akan lebih gampang lagi. Muzakki tinggal kirim sms dan akan segera akan mendapat balasan konfirmasi bahwa zakat yang dibayarkan telah diterima oleh amil zakat yang bersangkutan. Dengan metode ini maka akan banyak menekan cost operasional penjemputan zakat.
Jika memang demikian, maka DSM Bali adalah Lembaga Amil Zakat “Pertama” yang memberikan layanan pembayaran ZIS hanya dengan SMS di HP Anda.


.::.Alim Mahdi.::.

Friday, 28 August 2009

Tiga Dosa Wartawan dalam Peliputan Terorisme

JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam melakukan tugas jurnalistiknya dalam peliputan kasus-kasus terorisme, para wartawan dinilai melakukan kesalahan besar. Demikian dikatakan Leo Batubara, Wakil Ketua Dewan Pers, di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (27/8), terkait maraknya pemberitaan mengenai tindakan terorisme di media massa.

"Ada tiga dosa media dalam liputan bom," kata dia. Dosa yang pertama, banyak tayangan di media yang sebenarnya tidak patut untuk ditampilkan karena menimbulkan rasa takut dan trauma. Kedua, saat ini wartawan bertindak menjadi interogator terhadap anggota keluarga yang diduga sebagai teroris. Padahal, hal tersebut tidak dibenarkan dalam kode etik. Dan dosa yang ketiga, kata Leo, wartawan juga seperti malas mencari alternatif versi lain dari apa yang disampaikan sumber resmi.

Leo menyayangkan hal tersebut karena, menurutnya, tugas pokok wartawan adalah memberikan informasi kepada masyarakat. Adalah suatu kewajiban bagi wartawan untuk membuat masyarakat melek informasi. Meski demikian, wartawan harus dapat memilah mana berita yang pantas untuk dikonsumsi publik.

Ia menuturkan, alat ukur patut tidaknya sesuatu kejadian diberitakan adalah lima fungsi pers, kode etik jurnalistik, dan standar program siaran. "Yang penting dulu tahu dasarnya. Apakah itu pantas di-shoot? Kalau media cetak apakah itu pantas di-print," ujarnya.


.::.Alim Mahdi.::.

Monday, 24 August 2009

Lagu Religi: Mbah Surip Belajar Ngaji

Sebelum akhir hayatnya, puluhan lagu telah diciptakan Mbah Surip. Salah satu terbaru, yang belum lama ini dibuatnya adalah lagu berjudul "Belajar Ngaji". Lagu terbaru putra Mojokerto Asli tersebut bertemakan religius. Saya sendiri sudah mendengarkan lagu tersebut dalam bentuk MP3 dan lagunya sangat menarik dengan gaya khas mbah Surip yang sederhana tapi kali ini tidak ada suara ketawa khas mbah Surip.

Menurut Munir, produser eksekutif program acara musik Playlist (SCTV) menilai jika ternyata Mbah Surip mampu memberikan sentuhan warna musik reggae dengan nuansa religi. "Dia senang banget, ternyata reggae bisa mengiringi lagu rohani," ungkap Munir. "Sama kita tahu Mbah Surip bikin lagu itu sederhana, cuma A, Ba, Ta, Sa saja sudah jadi lagu," sambungnya.

Rencananya lagu yang berlirik Alif fatah A, Alif kasroh i, Alif dommah U, A, I, U itu akan di perdengarkan kepada publik pada bulan Ramadhan ini.

Adapun lirik "Belajar Ngaji" tersebut sebagai berikut:

Alif fatha A
Alif kasro I
ALif doma U
A I U
(repeat 2X)

Ba fatha Ba
Ba kasro Bi
Ba doma Bu
Ba Bi Bu
(repeat 2X)

Ref:
ALhamdulillah
Alhamdulillah
Aku bisa ngaji

Walau satu kata
Alhamadulillah
Alhamdulillah
Aku bisa ngaji

Gimana Adek-adek, Gua bisa ngaji....

Alhamadulillah
Alhamdulillah
Aku bisa ngaji

Ta fafha Ta
Ta kasro Ti
Ta doma Tu

Tsa fafta Tsa
Tsa fafta Tsu (salah )
Tsa kasro Tsi
Tsa Tsu Tsu
..ya.. ya..ya..

*Kembali ke atas

Alif, Ba , Ta , Tsa
Alhamdulillah
Alhamdulillah
Aku bisa ngaji

Walau satu kata
Alhamdulillah
Alhamdulillah
Aku bisa ngaji

Alif..... Ba..... Ta... Tsa....
(Mohon maaf jika ada yang salah tulis... dan juga mohon maaf saya tidak menyediakan free download MP3nya).

Demikian lagu mbak Surip yang baru semoga menjadi amal kebaikan almarhum di masa hidupnya. Amin.


.::.Alim Mahdi.::.

Friday, 21 August 2009

Kita sambut Ramadhan dengan Hati yang bersih & gembira

KHUTBAH RASULULLAH MENYAMBUT RAMADHAN

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.

Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah taala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: â€Å“Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.)

Rasulullah meneruskan: Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka.

Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: Aku berdiri dan berkata: â€Å“Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini? Jawab Nabi: Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah.

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu.

Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.

Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.

Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.

Para sahabat berkata, Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.

Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.

Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.

Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.

Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga. (HR. Ibnu Huzaimah).

Sumber: sejumlah situs Islam (http://salam-online.web.id, hidayatullah.com, tausyiah275.blogsome.com, dll)
.::.

Wednesday, 19 August 2009

Tembus 250 Visitors per hari, Welcome to my Blog

Selasa, 18 Agustus 2009 kemarin, secara mengejutkan pengunjung blog www.alimmahdi.com tembus angka 250 orang pengunjung. Angka ini merupakan angka tertinggi sejak blog ini dibuat.

Dilihat dari data statistik Histats.com sebuah web traffic analysis bahwa average visitors atau rata-rata pengunjung blog ini dua bulan terakhir sebanyak 150 visitors.

Peningkatan angka kunjungan ini tidak mempengaruhi saya secara 'financial' seperti halnya pengusaha wisata yang sangat tergantung dengan banyaknya kunjungan pariwisata.

Bagi saya yang patut dicermati adalah sebuah "peluang" untuk "dakwah" dan "syiar Islam" di dunia internet/maya semakin terbuka lebar. Artinya ada peluang yang begitu besar untuk menebarkan nilai-nilai kebenaran, kesucian dan kedamaian agama dengan cara yang lebih "smart".

Cukup posting tulisan maka "mad'u" kita di dunia online akan datang dan dengan sukarela membaca sendiri tulisan-tulisan kita yang di blog. Mereka "Mad'u Online" akan dengan senang hati menyimak materi-materi yang kita tulis di Blog tanpa undangan maupun SMS kehadiran di liqo' atau halaqah.

Hehehe..., Mungkin Anda tertarik dengan cara ini, eigttt,,, ternyata di dunia maya bisa menjadi Murobbi juga ya.., mungkin ini yang disebut "passive murobby" dengan berpenghasilan "passive pahala" mirip passive income seperti pada multilevel marketing!

Dalam dakwah ada yang disebut "tarbiyah fadhiyah" yaitu tarbiyah yang dilakukan dengan interaksi secara personal. Dengan jumlah 250 orang rasanya tidak mungkin kita melakukan tarbiyah fardhiyah menjumpai satu-persatu sendirian. Ok, jika kita bagi menjadi 10 orang per halaqah maka ada 25 halaqah, Wow! gak mungkin juga bisa menghandle 25 halaqah dalam sehari....

Nah! jadi pusing deh,,, mungkin ini cara terbaik untuk dakwah versi ini!... So far jangan pikir terlalu serius, jalani saja yang ada dan tetap berbuat yang terbaik!

Pamit dulu ya... Terimakasih atas kunjungannya... karena setiap kunjungan Anda menambah hit visitors blog saya. hihihi


.::.Alim Mahdi.::.


Sunday, 16 August 2009

Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mendapat tanda penghormatan Mahaputera Adipradana

Jakarta - Presiden SBY menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada Ketua MPR Hidayat Nur Wahid atas peran dan jasanya kepada negara. Penghargaan ini membuat Hidayat termotivasi untuk berkerja lebih baik lagi.

"Apa pun bagi saya ini menjadi sarana untuk bekerja lebih baik dan berbakti lebih baik. Ini sebagai motivasi bagi saya," ujar Hidayat di sela-sela acara aqiqah dua putra kembarnya Daffa-Daffi di rumah dinasnya, Kompleks Menteri Widya Candra, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (15/8/2009).

Penghargaan itu menurut Hidayat adalah upaya untuk meningkatkan kinerja seluruh warga negara Indonesia. Hidayat berharap penghargaan itu tidak menjadi sesuatu yang diperdebatkan atau diirikan.

"Tapi mudah-mudahan menjadi sesuatu bagi kita semuanya untuk menjadi lebih baik," imbuhnya

Hidayat sendiri tidak mengetahui bahwa dirinya akan mendapatkan pengharagaan yang disampaikan langsung oleh Presiden SBY di Istana Negara itu. Hidayat merasa penghargaan tersebut adalah penghargaan yang spesial atas kinerjanya saat ini.

"Mungkin itu sesuatu yang sangat spesial, mungkin juga terkait dengan saya di MPR. Dan Insya Allah saya bisa mengelola MPR dengan damai sampai masa akhir jabatan." tuturnya.

Tahun ini secara keseluruhan ada 41 orang tokoh yang mendapatkan tanda penghargaan. Ada 8 kategori tanda kehormatan yang disampaikan kepada kepala daerah, pimpinan lembaga tinggi negara, ilmuwan, guru besar, tokoh masyarakat dan seniman.

Pertama, tanda penghormatan Mahaputera Adipradana. Penerima tahun ini adalah Hidayat Nurwahid (Ketua MPR), Jimly Asshiddiqie (mantan Ketua MK), Brigjen Pol Purn Taufiequrachman Ruki (mantan Ketua KPK), Mooryati Soedibyo (Wakil Ketua MPR), Muhaimin Iskandar (Wakil Ketua DPR) dan Tosari Widjaya (Wakil Ketua DPR).

Berikutnya adalah bintang kehormatan Mahaputera Utama. Penerimanya kali ini antara lain adalah Erry Riyana Harjapamekas (mantan Wakil Ketua KPK bidang pengawasan internal), Laica Marzuki (Hakim MK), Tumpak H Panggabean (mantan Waka MA bidang penindakan), Albert Karel Ralahalu (Gubernur Maluku), Sinyo Sarundajang (Gubernur Sulawesi Utara), Agustin Teras Narang (Gubernur Kalimantan Tengah), Gamawan Fauzi (Gubernur Sumatera Barat) dan Prof Sangkot Marzuki (Dir Lembaga Eikjman).

Enam kategori berikutnya adalah Mahaputera Pratama, Bintang Jasa Nararya, Bintang Jasa Utama, Bintang Jasa Pratama dan Bintang Budaya Paramadaya. Seluruh pimpinan lembaga tinggi negara hadir dalam upacara penganugerahan pagi ini.

.::.(mpr/mok)--- http://www.detiknews.com

Monday, 10 August 2009

Sistem pembinaan pertama adalah model Halaqah

Urgensi Sebuah Halaqah

Sistem pembinaan pertama yang dilakukan oleh Rasulullah dalam proses memahamkan Islam kepada ummatnya adalah dengan model halaqah, di mana Rasulullah SAW duduk pada suatu tempat, kemudian para sahabat mendengarkan taujih beliau dengan cara membentuk lingkaran. Sistem ini telah berjalan sejak awal dakwah Rasulullah di rumah Arqam bin Abil Arqam.

Saat hijrah ke Madinah sistem ini tetep berlanjut, bahkan dibuatkan tempat secara khusus di dalam Masjid Nabawi; yang disebut As-Suffah. Disini para sahabat belajar Islam, menghafal Al-Qur’an, memahami Hadits Rasulullah SAW dan mempelajari hukum-hukumnya.

Walaupun model-model belajar saat ini telah dikembangkan sedemikian rupa, tetapi model halaqah tetap menjadi sarana pembinaan yang sangat efektif hingga hari ini. Hal ini karena adanya kekhasan interaksi dalam halaqah, yang sulit diperoleh pada model-model pembelajaran yang lain.

Dalam halaqah terjadi hubungan yang sangat intens antara guru, murid dan antara sesama murid. Hubungan ini bukan semata hubungan yang bersifat formal, tetapi hubungan ruhani yang saling menghormati, mencintai dan menyayangi. Mengajar dan belajar tentang Islam dengan motivasi semata-mata karena Allah SWT. Bukan belajar untuk menambah khasanah ilmu saja akantetapi belajar untuk beramal sekaligus berda’wah.

Allah SWT telah menegaskan akan peran yang dimainkan oleh Rasulullah SAW dalam proses tarbiyah kepada para sahabat beliau dalam firmannya:

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (as-sunah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Jumu’ah [62]: 2)

.::.Ditulis: oleh Umar/Hidayatullah.::.

Saturday, 8 August 2009

Dua Teroris Tewas, Salah Satunya Diduga Noordin M Top

Temanggung - Densus 88 menyerbui rumah yang diduga dijadikan markas gembong teroris kelas kakap, Noordin M Top, di Temanggung. Dikabarkan, dua teroris yang berada di dalam rumah tersebut tewas tertembak, salah satunya diduga Noordin M Top.

Menurut sumber detikcom dari kepolisian di TKP, Sabtu (8/8/2009), keduanya tewas setelah rumah tua tersebut dibom berulang kali oleh polisi. "Ada dua orang tewas," ujar sumber tersebut.

Sementara para jurnalis dan warga dilarang mendekat lokasi lantaran saat ini sudah dipasangi police line. Para jurnalis cuma bisa menyaksikan drama penggerebekan tersebut dari kejauhan.

Sebelum dipasang police line, rumah tua tersebut disisir oleh polisi dari semua arah. (anw/nrl)


(Sumber: http://www.detiknews.com).::.

Friday, 7 August 2009

Pasar Perspektif Rasulullah

Ditulis oleh Zaim Saidi
Segera setelah mukim di Madinah, Rasul SAW, menciptakan dua hal: masjid dan pasar. Kata Rasul SAW pasar merupakan tempat yang harus dapat diakses bebas oleh semua orang tanpa ada pembagian, tidak ada pajak, retribusi, atau bahkan uang sewa. Berikut adalah rule of the game-nya.

Pasar serupa dengan masjid.
Rasul SAW bersabda: pasar mengikuti sunnah masjid: siapa dapat tempat duluan berhak duduk sampai dia bediri dan kembali ke rumah atau menyelesaikan perdagangannya (Al Hindi, Kanz al Ummal, V 488 no 2688).

Adalah sadaqah tanpa ada kepemilikan pribadi.
Ibrahim ibnu Mundhir al Hizami meriwayatkan dari Abdullah ibn Ja’far bahwa Muhamad ibn Abdullah ibn Hasan mengatakan, “Rasul SAW memberi kaum Muslimin pasar sebagai sedekah” (Saba K, Tarikh Al Madinah Al Munawarah, 304).

Tanpa panarikan uang sewa.
Ibnu Zabala meriwayatkan dari Khalid ibnu Ilyas al Adawi, “Surat Umar ibnu Abdul Azis dibacakan kepada kami di Madinah, yang menyatakan bahwa pasar adalah sedekah dan tidak boleh ada sewa (kira) kepada siapa pun.( As-Samhudi, Wafa al Wafa,749).

Tanpa penarikan pajak.
Ibrahim al Mundhir meriwayatkan dari Ishaq ibn Ja’far ibn Muhamad dari Abdullah ibn Ja’far ibn al Miswat, dari Syuraih ibn Abdullah ibn Abi Namir bahwa Ata ibn Yasar mengatakan, “Ketika Rasul SAW ingin membuat sebuah pasar di Madinah, beliau pergi ke pasar Bani Qainuqa dan kemudian mendatangi pasar Madinah, menjejakkan kaki ke tanah dan bersabda, ‘Inilah pasar kalian. Jangan membiarkannya berkurang (la yudayyaq) dan jangan biarkan pajak apa pun (kharaj) dikenakan’”. (Ibnu Saba K Tarikh Al Madinah Al Munawarah, 304).

Di sana tidak ada pesan atau klaim tempat.
Ibnu Zabala meriwayatkan dari Hatim ibn Ismail bahwa Habib mengatakan bahwa Umar Ibn Khattab (pernah) melewati Gerbang Ma’mar di pasar dan (melihat) sebuah kendi di dekat gerbang dan dia perintahkan untuk mengambilnya…Umar melarang orang meletakkan batu pada tempat tertentu atau membuat klaim atasnya. (As-Samhudi, Wafa al Wafa,749).

Dan di sana tidak boleh dibangun toko-toko.
Ibnu Shabba meriwayatkan dari Salih ibn Kaysan….bahwa…Rasulullah SAW bersabda “Inilah pasar kalian, jangan membuat bangunan apa pun dengan batu (la tatahajjaru) di atasnya dan jangan biarkan pajak (kharaj) dikenakan atasnya.” (As-Samhudi, Wafa al Wafa,747-8).

Abu Rijal meriwayatkan dari Israil, dari Ziyad ibn Fayyad, dari seorang syekh Madinah bahwa Umar ibn Khattab ra melihat sebuah toko (dukkan) yang baru dibangun oleh seseorang di pasar dan Umar merobohkannya. (Ibnu Saba K Tarikh Al Madinah Al Munawarah, 750).

Demikianlah sejumlah panduan dari Rasul SAW dan para Sahabat tentang aturan main dalam pasar, hasil riset Prof. Umar I. Vadillo, seorang alim dari Spanyol, yang dimuat sabagai bab ‘Tijara’ dalam kitab Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi, Sultaniyya.

Adakah pasar yang sesuai sunnah Rasul di sekitar kita kini? Herankah kita melihat para pedagang dikejar-kejar polisi pamong praja di jalanan? Tidakkah menyediakan sarana umum, apalagi pasar, tempat setiap orang mencari rezeki adalah sebagus-bagusnya sedekah? Maka, bukankah seutama-utamanya wakaf untuk saat ini, tak salah lagi adalah membangun pasar yang sesuai dengan aturan Rasul SAW di atas?.::.

(Sumber: http://www.bmt-link.co.cc)